Fasilitas PT IMN Banyuwangi Dibakar Massa

June 29, 2011 | In: Info Anda, Kriminalitas, People & Personal

Aparat kepolisian terus menyelidiki peristiwa pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan tambang emas PT Indo Multi Niaga (IMN) yang beroperasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, yang dilakukan massa, Selasa.

ilustrasiKepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo, mengatakan beberapa fasilitas yang dibakar massa berada di wilayah Perhutani petak 56 atau kampung 78 dan 79.

“Eksplorasi tambang emas milik PT IMN sudah meluas ke kawasan penambangan liar yang dikelola oleh masyarakat, sehingga hal itu menyebabkan penambang liar resah dan tidak berkenan,” kata Sujarwo saat dihubungi ANTARA.

Polisi, lanjut dia, masih menyelidiki aksi massa yang membakar sejumlah fasilitas PT IMN hingga menyebabkan kerugian miliaran rupiah.

Menurut dia, fasilitas yang dibakar massa antara lain dapur, mesin bor, tempat pembuangan limbah, dan alat-alat pengeboran yang berada di Gunung Manis, wilayah hutan Perhutani Petak 56 KRPH Pulau Merah, BKPH Sukamade, RPH Banyuwangi Selatan.

“Pihak kepolisian langsung mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saya bersama Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Banyuwangi mendatangi lokasi dengan menggunakan helikopter karena jalan menuju lokasi sangat sulit,” paparnya.

Ia menjelaskan, dalam kejadian tersebut tidak ada karyawan yang terluka atau menjadi korban dari aksi massa yang membakar fasiitas perusahaan tambang, namun kerugian perusahaan tambang emas PT IMN ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

“Kami menyiagakan personel sebanyak dua peleton untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di sana, namun situasi sudah kondusif saat ini,” katanya, menambahkan.

Informasi yang dihimpun, aksi massa yang membakar sejumlah fasilitas PT IMN tersebut terjadi secara tiba-tiba dan massa diduga datang dari arah Pantai Lampon yang langsung menyerbu ke lokasi.

Belum jelas dari mana asal massa yang melakukan aksi anarkhis tersebut, namun ada dugaan kuat bahwa mereka adalah massa yang menolak kehadiran perusahaan tambang emas PT IMN.

[ source : antara jatim ]



peluang usaha