Kang Anas Canangkan “HarGa pas”
November 18, 2010 | In: Banyuwangi, Pemerintahan0
Ditanamkannya perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga dalam menciptakan keluarga yang yang sehat, akan membentuk masyarakat yang mempunyai derajat kesehatan tinggi yang akan meningkatkan produktifitas bangsa.
Dalam kesempatan peringatan Hari kesehatan Nasional ke-46 Tahun 2010 yang dilaksanankan dalam bentuk upacaya di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. Bupati banyuwangi H. Abdullah Aswar Anas, Msi mencanangkan Gerakan “HarGa PAS” ( Harapan Keluarga Peduli Anak sejak Dini). Gerakan ini ditujukan untuk meningkatkan perhatian keluarga kepada anaknya sejak dini, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Pada kesempatan itu Bupati mengharapkan agar para Camat segera mensosialisasikan dan para praktisi kesehatan segera menerapkannya di seluruh wilayah kerjanya, sehingga masyarakat Banyuwangi bisa menerapkan dan memetik manfaatnya. Dan kegiatan ini akan dipantau secara intensif oleh tim dari Kabupaten banyuwangi.
“Untuk kesejahteraan masyakarat Banyuwangi, dalam bidang kesehatan telah disusun upaya –upaya strategis dengan harapan mampu menjadi daya ungkit dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu” jelas Bupati Anas.
Dijabarkan lebih jauh oleh Kang Anas, ada 4 strategi jangka pendek yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun program jangka menengah bidang kesehatan. Program jangka pendek yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan program 100 hari kepemimpinannya adalah;
- Upaya kesehatan ibu dan anak;
- Upaya pelayanan kesehatan masyarakat;
- Upaya pemberantasan penyakit menunar, dan
- Upaya promosi kesehatan.
Keempat strategi ini masing-masing mempunyai indokator yang terukurdan harus dapat dicapai. Untuk itu Bupati meminta para praktisi kesehatan mendukung program ini sungguh-sungguh dengan semangat kebersamaan . guna membpercepat tercapainya indicator program, beberapa upaya terobosan yang ditempuh antara lain melalui gerakan “HarGa PAS” ( Harapan Keluraga Peduli Anak Sejak Dini).
Demikian antara lain sambutan Menteri kesehatan RI pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 tahun 2010 yang dibacakan Bupati Banyuwangi H.Abdullah Aswar Anas, Msi , kamis (18/11) di halaman Kantor Pemkab. Banyuwangi. Dalam peringatan kali ini mengambil tema, “Keluarga Sehat, Investasi bangsa”.
Gerakan ini sejalan dengan tujuan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional), yang mengamanatkan pencapaian umur harapan hidup manusia Indonesia menjadi 72 tahun, penurunan angka kematian bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup.penurunan angka kematian ibu menjadi 118 per 1000.000 kelahiran, serta penurunan prevelensi gizi kurang pada balita menjadi kurang dari 15 persen.
Upaya ini diperkuat dengan komitmen pemerintah untuk mencapai sasaran Millinium Development Goals (MDGs) yang didukung oleh pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan upayakesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti, Program Desa Siaga. Revitalisasi Pos Yandu dan Reformasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotiv dan preventif.
Permasalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh Kementerian Kesehatan sendiri, melainkan perlu didukung oleh peran serta berbagai pihak, baik lintas sector, ormas,LSM maupun dunia usaha.oleh sebab itu menurut Menkes, peningkatan upaya kemitraan dan peran serta dalam pembangunan kesehatan perlu terus didorong, ditingkatkan dan dikembangkan.
Beberapa pesan penting disampaikan Menkes dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Anas, diantaranya;
- kesehatan harus dimulai dari rumah;
- Gizi baik, anak tumbuh sehat dan cerdas;
- Jadilah keluarga sadar gizi;
- Ibu sehat, mampu memenuhi tugas dalam keluarga dan masyarakat;
- Lindungi keluarga dari Narkoba dan HIV-AIDS;
- berperilaku sehat, cegah penyakit;
- bersama kita jaga kesehatan diri, rumah dan lingkungan
- Tetapkah sehat, jika sakit segera berobat;
- Jadilah keluarga sehat, lebih produktif dan berprestasi;
- Kutanam, kupelihara pohon, lestari alamku;
- gunakan kelambu saat tidur agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria di daerah endemis malaria.
sumber: banyuwangi kab.


Ads