Persewangi Banyuwangi: PSSI Mempermainkan Kami


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Jajaran manajemen dan pelatih Persewangi Banyuwangi merasa sejak awal mereka ingin disingkirkan dari perhelatan play-off Liga 2 2017, serta menuding PSSI ingin meloloskan PSBK Blitar.

Pertandingan ini digelar, karena adanya kisruh posisi kedua tim di klasemen akhir Grup 6 Liga 2. Persewangi berada di peringkat empat, sedangkan PSBK berada satu tangga di bawahnya dengan poin sama 18. PSBK mengajukan protes kepada PSSI, dan diterima induk organisasi sepakbola nasional tersebut.

Situasi itu joke menjalar ke pertandingan di Stadion Kanjuruhan. Laga berlangsung ricuh, dan terpaksa dihentikan pada menit ke-86. PSBK untuk sementara unggul 1-0 lewat gol Prisma Chairul Anwar di menit ke-69.

Tanda-tanda laga berlangsung dengan kondisi tidak bagus sudah tercipta saat tim menjalani proses bersalaman. Pemain Persewangi tidak mau bersalaman dengan PSBK. Keadaan yang langsung membuat kiper PSBK Achmad Machali berteriak kencang: ‘Pemain Persewangi sudah takut dengan PSBK’.

Di menit ketiga, terjadi tawuran antarpemain. Wasit Suhardiyanto mengganjar penggawa Persewangi Didik Ariyanto dan Aditya Wahyudi (PSBK) dengan kartu merah. Suasana semakin tidak kondusif, karena kedua tim saling terjang satu sama lain dengan keputusan wasit yang tidak tegas.

Di menit ke-15 pemain Persewangi Diki Rolias mendapatkan kartu kuning keduanya. Sontak keputusan ini membuat pemain Persewangi marah, mereka beramai-ramai mengepung wasit. Laga joke dihentikan lebih dari sepuluh menit. Laga joke dilanjutkan kembali, tensi sudah semakin reda.

“Kami berangkat ke sini [Malang] tujuannya lawan [PSCS] Cilacap. Ini gila karena PSSI mempermainkan kami. Ini bukan tarkam, ini sepakbola profesional. Wasit sudah dikondisikan yang lolos adalah PSBK. Wasit menghancurkan saya dan tim,” cetus pelatih Bagong Iswahyudi.

“Tadi Joko Driyono [wakil ketua umum PSSI] sampai SMS ke Pak Hari [Wijaya, manajer tim], categorical saja. Tetapi saya pikir, di sini tawuran, sementara dia cuma kipas-kipas, rusak sepakbola kalau begini. Skenario busuk ini, karena tidak ada play-off khusus di aturannya. Maaf saya emosi, tetapi harus dikeluarkan.”

“Sebetulnya pertandingan pada bruise ini adalah laga yang dipaksakan. Kami mendapatkan informasi saat sudah berada di Malang. Pukul 22:00 kami mendapatkan surat untuk melawan PSBK. Kami tidak siap melawan mereka, karena kami sudah berpikir untuk play-off. Kami pagi hari mengirimkan surat banding, ternyata mendapatkan penolakan,” tambah Hari.

“Saya tidak perintah kepada pemain [bermain kasar], kami mendapatkan kartu merah tidak fair. Kami kemudian mendapatkan kartu merah lagi, padahal tidak melakukan pelanggaran. Kami harusnya mendapatkan penalti, tapi tidak mendapatkan tanggapan wasit. Terakhir tadi wasit lari setelah mengambil keputusan, padahal kalau keputusan benar tidak perlu lari.” (gk-48)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

More banyuwangAi ...