Peringati HUT ke-50, Pimpinan BPJS Kesehatan Jadi Frontliner

BANYUWANGI – Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, mereka joke turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

”Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Hernina Agustin selaku Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kabupaten Situbondo, Senin (2/7).

TERIMA KASIH KUNJUNGANNYA: Hernina Agustin memberikan kenang-kenangan kepada salah seorang peserta JKN-KIS Situbondo, kemarin.

TERIMA KASIH KUNJUNGANNYA: Hernina Agustin memberikan kenang-kenangan kepada salah seorang peserta JKN-KIS Situbondo, kemarin.
(BPJS KESEHATAN FOR RABA)

Dalam kesempatan tersebut, comparison personality BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di loket Fast Track (Pelayanan Cepat). ”Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Hernina.

Menurut Hernina, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta module jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, module JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari sum penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan module jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

MERAIH RIDA: BPJS Kesehatan peduli berupa buka bersama dan kunjungan ke panti asuhan anak yatim Budi Mulya, Pakis, Banyuwangi.

 

MERAIH RIDA: BPJS Kesehatan peduli berupa buka bersama dan kunjungan ke panti asuhan anak yatim Budi Mulya, Pakis, Banyuwangi.
(BPJS KESEHATAN FOR RABA)

”Saat ini module JKN-KIS telah menjadi module jaminan kesehatan terbesar di dunia jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan singular payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Hernina.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non-Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik.

BERBAGI RASA: BPJS Kesehatan peduli tanggap bencana juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Desa Alasmalang.

BERBAGI RASA: BPJS Kesehatan peduli tanggap bencana juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Desa Alasmalang.
(BPJS KESEHATAN FOR RABA)

Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan HUT ke-50 ini, module BPJS Kesehatan Peduli juga dilakukan. Seperti saat bulan Ramadan lalu dengan mengunjungi Panti Asuhan Budi Mulya kelurahan Pakis. Serta BPJS Kesehatan peduli tanggap bencana alam di Desa Alasmalang juga telah dilakukan. ”Saat Ramadan kemarin semua keluarga besar BPJS Kesehatan menggelar santunan di Panti Asuhan Budi Mulya. Sekaligus memberikan bantuan kepada korban bencana banjir bandang di Desa Alasmalang.

(bw/jpr/rbs/JPR)


Raja Sengon Diperiksa Polisi


Berikutnya

PGRI Serahkan Bantuan Banjir

More banyuwangAi ...