Peringati Hari Ginjal dan Kesehatan Perempuan

Penanggung jawab acara, dr Siti Asiyah Anggraeni MMRS menuturkan, tema wanita diambil karena Maret juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Wanita Sedunia. Di seluruh dunia, kata dia, jumlah wanita yang menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) mencapai 195 juta orang. Penyakit tersebut merupakan penyebab kematian terbesar nomor 8 dengan jumlah kematian mencapai 600.000 kasus per tahun.

Asiyah menambahkan, wanita memiliki risiko lebih besar karena tidak hanya hipertensi dan diabetes yang dikenal sebagai penyebab penyakit ginjal kronik di  Indonesia. Ada beberapa penyakit dan kondisi yang meningkatkan PGK pada wanita. Penyakit dan kondisi yang berkontribusi meningkatkan munculnya PGK pada wanita adalah nefritis lupus dan infeksi ginjal.

Sementara itu, rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama pukul 06.00. Selanjutnya, dr Asiyah Anggraeni mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal, karena ginjal merupakan organ yang penting untuk tubuh.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari penderita gagal ginjal yang melakukan cuci darah di RSUD Blambangan. Usai testimoni, digelar speak uncover dengan narasumber spesialis penyakit dalam dr Indah Reviati Kusuma SpPD dan ahli gizi Julita Arjawati AMd. Acara tersebut membahas tentang cara menjaga kesehatan ginjal, cara mencegah penyakit ginjal, dan beberapa tips untuk menyelamatkan pasien dengan gagal ginjal.

Sementara itu, di Ruang Cuci Darah dilakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan beberapa bingkisan bagi pasien cuci darah. Ada pula kegiatan donor darah yang bertempat di Ruang IGD.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan RSUD Blambangan Banyuwangi yang telah memperoleh Akreditasi Paripurna kepada masyarakat. Melihat tingginya animo masyarakat, ketua panitia dr Erbino Togama akan berusaha mengagendakan pelaksanaan kegiatan serupa tahun depan.(*)

(bw/mls/ics/JPR)

 

More banyuwangAi ...