Perhatikan Penggunaan 2 Produk Ini Jika Tak Ingin Kulit Bayi Iritasi

JawaPos.com – Kulit bayi memang memiki tingkat perlindungan yang berbeda dengan orang dewasa. Tak heran jika kulit bayi rentan iritasi seperti muncul rumah merah dan gatal.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Srie Prihianti, SpKK, PhD, FINSDV, FAADV  menjelaskan, sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang pada bulan-bulan awal. Karena, kulit bayi 30 persen lebih tipis dan sensitif daripada kulit orang dewasa, maka sangat mudah kehilangan kelembapan. Hal inilah yang bisa menyebabkan kulit bayi rentan terhadap iritasi dan infeksi.

random post

Untuk itu, cara perawatan dan penanganan kulit bayi joke berbeda. Jika muncul iritasi, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan orang tua. Terutama penggunaan produk perawatan kulit.

1. Skin Care

Para ibu sebaiknya membatasi penggunaan produk perawatan kulit bayi atau skin care dengan rangkaian yang terlalu banyak. Cukup dengan menggunakan pelembab seusai bayi mandi.

“Kalo gunakan skin care produk tak sesuai untuk bayi bisa membuat mudah muncul ruam. Iritasi atau alergi. Jadi produk yang digunakan harus dipilih untuk kondisi bayi. Apalagi new born akan berbeda,” ujarnya.

2. Minyak Telon

Dia menjelaskan jika kulit bayi sedang sensitif maka yang pale dibutuhkan hanya bersifat membersihkan dan melembabkan. Salah satunyang harus dihentikan sementara adalah penggunaan minyak telon.

“Harus stop dulu misalnya, minyak telon. Hal-hal seperti itu saat kulit sensitif, kalau minyak telon diaplikasikan kan hangat, justru kulit bayi tambah merah. Hanya gunakan basic saja skin care produknya,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan obat?

Karena jenis kulit bayi berbeda dengan orang dewasa, maka cara penanganan kulit sensitif joke berbeda. Tak hanya dari produk perawatan kulit, namun obat yang digunakan untuk mengatasi alergi pada kulit bayi juga berbeda.

“Alergi pada bayi beda dengan dewasa. Penanganannya, obatnya juga beda. Kuli bayi, kami enggak bisa menggunakan dosis anti-inflamasi topikal yang tinggi dosisnya,” jelas dr. Srie yang juga Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia.

More banyuwangAi ...