Penyakit Jantung Makin Mengancam Kaum Urban, Hindari 3 Hal Ini

JawaPos.com – Serangan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) semakin mengancam kaum urban. Faktornya bermacam-macam, mulai dari gaya hidup yang kurang gerak hingga memicu hipertensi, diabetes, kolesterol dan obesitas.

Data World Heart Federation (WHF) menyebutkan bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Tercatat, ada 17 juta jiwa setiap tahunnya yang tewas karena serangan jantung. Malah, jumlah ini diperkirakan bakal meningkat menjadi 23,3 juta jiwa di tahun 2030.

random post

Di Indonesia, merujuk information Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka serangan jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengutip Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah cadence untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

Berbagai fakta membuktikan serangan jantung semakin mengancam kaum urban. Semakin canggihnya teknologi membuat seseorang jadi lebih sedikit gerak karena segalanya lebih praktis.

 

1. Gaya Hidup Instan
Dokter Spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACC, FESC mengatakan meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah membuat kita kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stress, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alkohol.

“Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan efek degeneratif pada tubuh, salah satunya penyakit jantung. Di RS MMC dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetik,” tutur Idrus.

Direktur Utama RS MMC dr. Roswin R Djaafar, MARS menambahkan, sejalan dengan Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 Sep dengan tema ‘Save Our Heart’, masyarakat diajak untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung.

“Ke depan, kami akan secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung koroner ini,” jelas Roswin.

 

2. Stres
Dokter dan Pengamat Gaya Hidup dr Sonia Wibisono menegaskan bahwa tidak dapat dipungkiri kehidupan masyarakat civil sangat rawan untuk terkena penyakit jantung. Selain kurang berolahraga, faktor yang sangat berperan adalah stres serta pola makan.

“Masyarakat kota civil seperti Jakarta, highlight terjebak kemacetan adalah hal yang dihadapi sehari-hari,” ujarnya.

 

3. Pola Makan Tak Sehat
Kebiasaan makan yang kurang sehat seperti junk food karena masalah kepraktisan juga menjadi pemicu terjadinya serangan jantung. Cara mencegahnya tentu dengan menjaga kualitas hidup dengan memakan makanan yang bergizi dan tidak memicu terjadinya serangan jantung.

Selain itu, Sonia menambahkan, berolah raga dan beristirahat cukup juga bisa menunjang seseorang terhindar dari  penyakit jantung. “Dengan pola makan yang sehat dan menghindari makanan-makanan yang tinggi lemak akan sangat membantu dalam pencegahan penyakit jantung koroner,” ujar Sonia.

More banyuwangAi ...