Penipuan Berkedok CPNS Mulai Disidangkan

BANYUWANGI – Perkara penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi dengan terdakwa Eko Setyo Pribadi, 41, memasuki babak baru. Warga Jalan Ikan Lemuru, Nomor 43 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, itu memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Kamis (7/6) lalu.

Agenda sidang yakni pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), we Gusti Lanang Suyadnyana mengatakan, bahwa pada hari Rabu 13 Sep 2017 terdakwa makan di warung milik saksi korban Mu’inah.

Setelah selesai makan, terdakwa sempat berbincang-bincang dengan saksi korban Mu’inah pada saat berbincang tersebut saksi korban sempat menanyakan tentang apakah ada lowongan pekerjaan untuk anaknya di Kantor Pengadilan Agama Banyuwangi.

Pada saat itu terdakwa mengatakan kepada saksi korban, ada. Bahkan, terdakwa mengaku bisa membantu menjadikan anaknya masih menjadi PNS tanpa ikut tes. Dengan syarat membayar sejumlah uang Rp 85 juta nanti uang tersebut untuk orang di Jakarta. Selanjutnya saksi korban Mu’inah menjawab masih pikir-pikir dulu.

Bahwa, dua hari kemudian, yakni Jumat tanggal 15 Sep 2017 sekitar pukul 18.30. Saksi korban Mu’inah bersama-sama dengan anaknya, yakni saksi Amalia Mifta Tianingrum, datang ke rumah terdakwa. Dengan tujuan untuk meneruskan pembicaraan tentang lowongan pekerjaan yang ada di Pengadilan Agama Banyuwangi tersebut. Dalam pembicaraan tersebut disepakati bahwa saksi korban Mu’inah tertarik dengan tawaran yang disampaikan oleh terdakwa tersebut. Namun, saksi korban Mu’inah hanya mempunyai uang sebesar Rp 20 juta.

Dengan kesanggupan saksi korban Mu’inah tersebut terdakwa tetap menyanggupi untuk bisa menjadikan anak saksi korban sebagai PNS di Pengadilan Agama Banyuwangi dengan berkata “Iya, sudah tidak apa-apa Bu. Nanti saya usahakan tetap bisa diterima (menjadi PNS di PA Banyuwangi). Nanti uang dan berkasnya akan dibawa istri saya ke Jakarta. Nanti anak ibu tidak perlu ikut tes. Tinggal menunggu saja. Malam ini istri saya akan berangkat ke Jakarta,” ujarnya.

Secara bersamaan, istri terdakwa, yakni saksi Alief Theria, ikut meyakinkan saksi korban Mu’inah dan anaknya yakni, saksi Amalia Mifta Tianingrum, dengan berkata: “Iya Bu, doakan saja. Dan saya mau istirahat dulu karena mau siap-siap nanti akan berangkat.”

 

Dengan kata-kata terdakwa dan saksi terdakwa itu, akhirnya saksi korban percaya dan akhirnya saksi korban Mu’inah pada saat itu juga menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta.

Kemudian, terdakwa memberikan kuitansi pembayaran kepada saksi korban Mu’inah sesuai dengan uang yang diserahkan. Selanjutnya, saksi korban bersama sama dengan anaknya pergi meninggalkan rumah terdakwa;

Bahwa, terdakwa menggunakan uang yang diterima dari saksi korban tersebut untuk kepentingannya sendiri. Sedangkan istri terdakwa, yakni saksi Alief Theria, tidak ada pergi ke Jakarta seperti yang disampaikan kepada saksi korban, dan terdakwa tidak ada berupaya untuk menjadikan saksi Amalia Mifta Tianingrum sebagai PNS sebagaimana janji terdakwa kepada saksi korban. “Bahwa, atas perbuatan terdakwa tersebut saksi korban menderita kerugian sebesar Rp 20 juta,” terangnya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 KUHP tentang penipuan. Jaksa juga mendakwa dengan pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 KUHP tentang penggelapan.

Sekedar mengingatkan, Unit Reskrim Polsek Banyuwangi membongkar penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi. Satu orang laki-laki diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Lelaki yang ditetapkan oleh penyidik Polsek Banyuwangi itu adalah Eko Setyo Pribadi, 41, warga Jalan Ikan Lemuru, Nomor 43 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Aksi penipuan tersangka merugikan korban senilai Rp1,2 miliar.

Sedikitnya, ada 13 korban yang telah tertipu ulah terdakwa. Dari 13 orang tersebut semuanya warga yang bertempat tinggal di Banyuwangi. Kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS di PA Banyuwangi itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2014 silam.

Modusnya, tersangka Eko Setyo Pribadi menjanjikan para korbannya bisa diterima masuk sebagai PNS di lingkungan PA Banyuwangi tanpa tes, dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Besaran uangnya juga bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga lebih dari Rp 100 juta.

Kasus penipuan itu terbongkar setelah aparat Polsek Banyuwangi menerima laporan empat orang korban. Orang yang melaporkan kejadian itu yakni Mu’inah, 45, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Muinah melaporkan aksi dugaan penipuan itu pada tanggal 10 Februari 2018 lalu. Selanjutnya pada (13/3) lalu, polisi kembali mendapat laporan yang sama dari korban, Deny Sri Rahayu,47 Warga Jalan Serayu Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi.

Hanya berselang lima hari, tepatnya pada (17/3), polisi kembali mendapat laporan aksi dugaan penipuan yang sama dengan satu nama pelaku dari Istin Sunarmi, 50 warga Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Kemudian pada (18/3), satu orang pelapor atas nama Hendrarti Suweni, 55 warga Dusun Umbulrejo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono juga melaporkan dengan peristiwa yang sama.

Atas laporan empat orang itulah, akhirnya muncul sembilan pelapor lainnya yang diduga menjadi korban penipuan oleh tersangka Eko Setyo Pribadi. Para korban yang terbujuk rayuan tersangka mengaku, jika tersangka mempunyai kerabat yang bekerja di PA Banyuwangi dan bisa menerima sebagai PNS di PA Banyuwangi.

Dana pelicin agar diterima menjadi PNS di lingkungan PA Banyuwangi itu oleh tersangka kemudian dibelikan sejumlah aset. Di antaranya seperti untuk membeli dua section mobil, dua section sepeda motor, dan satu section rumah.

More banyuwangAi ...

  • Jabatan Direksi PT PBS Sudah Berakhir 2016Jabatan Direksi PT PBS Sudah Berakhir 2016 Menurut Wahyudi, berdasar akta notaris pelantikan diri sebagai direksi PT PBS, direksi PT PBS dilantik pada tanggal 13 Desember 2011. Karena masa jabatan direksi hanya lima tahun, maka […]
  • Evaluasi Program, Anas Sambangi GakinEvaluasi Program, Anas Sambangi Gakin Rumah Ibu Pariasih, penderita kanker payudara di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi mendapat kesempatan pertama dikunjungi Anas malam itu. Di sana, Anas […]
  • Semua Anggota F-PDIP Daftar BacalegSemua Anggota F-PDIP Daftar Bacaleg Dibuka sejak Senin (15/4), hingga kemarin jumlah pendaftar bacaleg PDIP sudah mencapai 60 persen dari total 50 kursi di DPRD Banyuwangi. Para pendaftar datang secara langsung ke kantor […]