Pengamanan Polres, Pelabuhan, dan Bandara Diperketat

BANYUWANGI – Pasca-ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, aparat kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan pengamanan seluruh gereja di Bumi Blambangan. Aksi damai mengutuk terorisme merebak di mana-mana. Forpimda, Ormas, dan Forum Lintas Agama menyesalkan aksi bom yang menewaskan 11 orang tersebut.

Seluruh gereja dui Banyuwangi kemarin (14/5) disisir dengan bantuan K9 (anjing pelacak). Penyeberangan ASDP Ketapang yang menghubungkan Gilimanuk juga diperketat pengamanannya.

Rupanya polisi tak mau kecolongan aksi teror merebak ke Banyuwangi. Gereja-gereja juga dibentengi oleh personel polisi bersenjata lengkap.  Kapolres AKBP Donny Adityawarman mengatakan, pasca-kejadian bom yang meledak di Surabaya, pihaknya langsung memerintahkan seluruh anggotanya, termasuk di masing-masing Polsek jajaran agar segera melakukan pengamanan di sejumlah gereja. Khususnya, gereja yang sedang melaksanakan ibadah.

Seketika itu juga, Satuan Sabhara langsung melakukan pengamanan di sejumlah gereja yang ada di kawasan Banyuwangi kota. Penyisiran dan pengamanan gereja seperti tampak di Gereja Maria Ratu Damai Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Banyuwangi serta di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Imanuel, di Jalan Dokter Soetomo, Kecamatan Banyuwangi.

Karena tidak ada umat yang melakukan ibadah, sterilisasi gereja yang dilakukan dengan menggunakan steel detector dan melibatkan anjing pelacak tersebut hanya dilakukan di luar ruangan atau sekitar halaman gereja.“ Untuk wilayah Kecamatan Banyuwangi ada empat gereja besar yang kami sterilisasi dengan melibatkan anjing pelacak dan personel dari Satuan Sabhara,” jelas Kapolres.

Sterilisasi gereja tidak hanya dilakukan di Kecamatan Banyuwangi, melainkan juga seluruh gereja yang berada di desa-desa di seluruh wilayah Banyuwangi. Seluruh polsek jajaran diminta untuk menyiagakan personelnya di gereja dan tempat ibadah lainnya.

 

(GRAFIS: REZA FAIRUZ/RABA)

Umat Kristiani dan Katholik yang hendak melakukan ibadah tidak perlu cemas dan khawatir. Mereka dipersilakan beribadah seperti biasa. Namun demikian, pendeta gereja yang akan melaksanakan ibadah diminta untuk berkoordinasi dengan aparat terkait. “ Pengamanan akan dilakukan bersama-sama tidak hanya dari Polri, akan tetapi juga dari TNI dan juga unsur agama yang lain,” terang Kapolres.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kecamatan Banyuwangi Heru Krisbianto mengatakan, untuk gereja protestan di Banyuwangi berjumlah antara 150 hingga 170 gereja. Khusus di Kecamatan Banyuwangi berjumlah 18 gereja. Dari 18 gereja tersebut ada lima gereja yang melaksanakan ibadah di bruise hari. “Kami sudah menginformasikan kepada para pendeta yang akan menyelenggarakan peribadatan agar berkoordinasi kepada aparat setempat agar dilakukan pengamanan,” terangnya.

Sementara itu, pengamanan yang dilakukan Aparat Polres Banyuwangi tidak hanya berada di tempat ibadah. Sejumlah objek critical dan markas polres Banyuwangi juga dilakukan peningkatan pengamanan.

Kasat Sabhara Polres  AKP Basori Alwi mengatakan, ada 45 personel terdiri dari tiga orang perwira dan 42 bintara Sabhara yang dilibatkan dalam pengamanan. Khusus di Mapolres, sejumlah anggota penjagaan bersama Provost siaga di pintu gerbang. Pintu utama yang biasanya dibuka lebar saat ini hanya dibuka cukup untuk lintasan pejalan kaki. Para personel juga mengenakan rompi dan persenjataan lengkap.

Semua pengendara, baik roda dua dan mobil wajib berhenti di depan pintu gerbang untuk dilakukan pemeriksaan. Barang bawaan menjadi fokus petugas dalam melakukan sterilisasi pengunjung di pintu gerbang. “Untuk mobil wajib membuka kaca sebelum masuk Mapolres. Pemotor yang pakai helm harus dibuka kaca pengamannya. Bagi yang mengenakan jaket juga harus dilepas,” ujarnya.

Selain mengamankan Mapolres dan sejumlah gereja dan sarana ibadah. Personel juga melakukan pengamanan di objek critical lainnya. “Kami harap warga Banyuwangi tetap tenang. Petugas kepolisian sudah mengambil langkah pengamanan. Semoga tidak ada peristiwa bom di ujung timur Jawa,” tandasnya.

Pelabuhan penyebrangan ASDP Ketapang juga menjadi sasaran pengamanan. Total ada dua regu anggota Sabhara  bersama anggota PAM Obvit Pelabuhan dan dua section K9 yang disiagakan di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan.

BERSENJATA LENGKAP: Polisi berjaga-jaga di depan Gereja Protestan Indonesia Barat Jemaat Immanuel yang terletak di jalan Dr. Soetomo nomor  138-C Panderejo, kemarin.

BERSENJATA LENGKAP: Polisi berjaga-jaga di depan Gereja Protestan Indonesia Barat Jemaat Immanuel yang terletak di jalan Dr. Soetomo nomor 138-C Panderejo, kemarin.
(SZASKYA ARNINDHITA ARIFIN/RABA)

Beberapa kendaraan baik roda dua maupun roda dua menjadi sasaran pemeriksaan petugas. Setiap pengendara selain diminta menunjukan dokumen pribadi dan kendaraan juga diperiksa muatanya. Satu dua pengendara kendaraan pribadi terlihat bingung dengan pemeriksaan yang dilakukan petugas. Mereka baru memahami setelah dijelaskan ada langkah antisipasi dari aparat setempat sehingga proses pengamanan ditingkatkan dari biasanya.

Kapolsek KPT AKP Idham Holid mengatakan sejak pagi pihaknya sudah melakukan pengamanan setelah perintah siaga 1 turun dari pusat. Untuk pengamanan sendiri menurutnya sudah dilaksanakan rutin. Hanya saja karena memang ada peristiwa genting yang terjadi, maka pengamanan joke ditingkatkan. Termasuk dengan adanya tambahan personel yang ikut mengamankan.

“Semua anggota standby hari ini, tidak ada yang libur. Mereka semua kita siagakan di pintu masuk dan pintu keluar. Termasuk tambahan dua regu pasukan dari Satuan Sabhara dan K9,” ujar Idham.

Dia menambahkan, belum ada ketentuan sampai kapan pengamanan dengan frekuensi seperti ini akan dilakukan. Yang jelas mereka akan terus siaga sampai ada perintah langsung dari pusat.

Sementara itu di tengah pengamanan kendaraan, polisi KPT justru menemukan pengendara truk yang datang dari Bali dengan membawa empat botol arak bali yang dikemas dengan botol bekas atmosphere vegetable 1.500 mililiter. Pria bernama Wegig Sugiyono yang membawa minuman keras  itu joke langsung diamankan dan diinterogasi petugas beserta barang botol arak yang dibawanya. “Langsung kita amankan ke KPT untuk ditipiring” ujar Idham Holid.

Selain ASDP Ketapang, pengamanan Bandara Banyuwangi sejak kemarin mulai ditingkatkan. Petugas gabungan dari Avsec dan TNI -Polri tampak berkoordinasi.

Kepala Pos Polisi Bandara Banyuwangi Ipda Soenyoto mengatakan  pihaknya bersama jajaran terkait akan meningkatkan patroli. “Personel tetap, tapi  kewaspadaan kita  bertambah,” ucapnya.

Sementara itu,  Manajer Operasi Teknis Bandara  Suparman mengaku telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan baik Polri dan TNI terkait pengamanan bandara. “Kita sudah berkoordinasi dengan petugas keamanan,” jelasnya.

Koordinasi  dilakukan untuk meningkatkan intensitas patroli meliputi seluruh wilayah bandara. Mulai area dalam, area kawasan luar, perkantoran dan sekitar bandara. ”Nanti akan kita lakukan patroli di semua kawasan,” terangnya.

Untuk pintu masuk depan, pihaknya juga melakukan peningkatan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang masuk. Pemeriksaan ini juga dilakukan terhadap perseorangan maupun barang bawaan. “Kita lakukan pointless check, di pintu masuk,” ucapnya.

Sedangkan untuk di area terminal, saat ini petugas menambah fasilitas pemeriksaan dengan memasang Walk Through Metal Detector (WTMD). Dengan demikian, setiap orang atau penumpang yang masuk ke dalam depot selain diperiksa secara primer oleh petugas menggunakan steel detector, mereka juga harus melewati alat ini. Sejak awal, alat ini sebenarnya  alat  sudah ada namun sekarang ditambah untuk meningkatkan pengamanan.  “Ini kita sudah punya, sudah kita pasang. Lalu kita tambahi di depan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pemasangan WTMD ini sebenarnya bukan dalam rangka pengamanan akibat insiden bom di Surabaya semata. Melainkan memang bulletin untuk keamanan bandara. Hanya saja waktunya  bersamaan. “Ini dipasang seterusnya di sini,” tandasnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)


Jazz Pantai Membius Lintas Generasi


Berikutnya

Forpimda dan Tokoh Agama Kutuk Terorisme

More banyuwangAi ...