Pemkab Banyuwangi Galakkan Taman Kantor Demi Wujudkan Kota Hijau




Banyuwangi – Penataan kota di Banyuwangi menjadi prioritas. Taman-taman sudah dibangun dan tetap asri hingga saat ini. Banyuwangi bahkan kini bertekad menjadi kota hijau, salah satunya dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). RTH yang akan dibangun adalah lahan-lahan kantor yang instansi, perbankan dan markas TNI/Polri. Sosialisasi kota hijau telah disosialisasikan sejak Kamis (18/5/2017) kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Cipta Karya dan Penataan Ruang, Mujiono mengatakan mewujudkan kota hijau itu sangat penting. Saat ini dunia sedang menghadapi tellurian warming yang berdampak pada kehidupan di bumi.

“Pemanasan tellurian tidak bisa kita tolak, tapi pale tidak terus kita minimalisir. Salah satunya dengan mewujudkan Banyuwangi sebagai kota hijau,” kata Mujiono kepada detikcom, Jumat (19/5/2017).

Kota hijau adalah kota yang dibangun dengan terus memupuk semua aset yang ada seperti manusia, lingkungan dan sarana prasarana yang ada, dan bukannya justru mengorbankan aset kota. Konsep pengembangan kota hijau merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam berkontribusi pada permasalahan perubahan iklim.

Beberapa ciri kota hijau, kata Mujiono, antara lain memanfaatkan secara efektif dan efisien sumber daya atmosphere dan energi, mengurangi limbah dan menerapkan sistem transportasi terpadu. Juga menjamin kesehatan lingkungan, serta menyinergikan lingkungan alami dan buatan berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip pembangunan berkelanjutan (lingkungan, sosial, dan ekonomi).

“Nah, salah satu upaya kecil kami mewujudkan kota hijau itu, kami akan menggalakkan pembuatan taman-taman kantor. Setiap kantor bebas berkreativitas. Agar semua kantor lebih bersemangat, taman-taman kantor ini akan kami lombakan,” kata Mujiono.

Sementara salah satu arsitek nasional Sigit Kusuma Wijaya mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini sangat membutuhkan ruang-ruang terbuka yang bisa menjadi sarana bagi mereka untuk lovely dan wahana bersantai bersama keluarga dan teman.

Banyuwangi sendiri, ujar Sigit, memang belum sepadat Jakarta. “Lahan di Banyuwangi masih banyak, tapi bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi. Sebab ke depan bisa jadi perkembangan Banyuwangi yang pesat, jika tidak diantisipasi akan berpotensi menimbulkan masalah. Taman kota salah satu cara untuk mendukung kota yang lebih ramah lingkungan,” beber Sigit.

Sigit juga menambahkan perlunya dari sekarang melakukan penataan transportasi kota yang terintegrasi. Kalau semua terintegrasi, lanjut dia, orang tidak perlu jalan jauh atau ganti moda untuk mencari stasiun.

“Jadi pengembangan ke depan sebaiknya lebih tertata, terintegrasi antar berbagai fasilitas publik, yang semuanya bersifat memudahkan baik bagi warga masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung,” pungkas Sigit.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...