Pelestarian terumbu karang di Banyuwangi berbuah Kalpataru

10 kelompok peraih penghargaan Kalpataru pada Hari Lingkungan Hidup 2017.
10 kelompok peraih penghargaan Kalpataru pada Hari Lingkungan Hidup 2017.
© Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pantai Bangsring di Banyuwangi, Jawa Timur, terkenal dengan pesona keindahan bawah laut. Lokasi ini joke menjadi salah satu bulletin wisata unggulan di kota pale timur pulau Jawa tersebut.

Pantai Bangsring sebenarnya menjadi area konservasi terumbu karang. Pantai itu memiliki luas sekitar 15 hektare. Kedalamannya bervariasi mulai 2 scale hingga 15 meter.

Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Pantai Bangsring, Anda tak perlu menyelam terlalu dalam. Beragam biota laut penuh warna dan terumbu karang indah bisa langsung ditemui lima scale dari bibir pantai dan di kedalaman tak lebih dari 50 cm.

Keindahan bawah laut kawasan Bangsring joke mendapat ganjaran. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyerahkan penghargaan Kalpataru 2017 kepada Kelompok Nelayan Samudera Bakti dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Penghargaan tersebut merupakan jerih payah mereka selama 10 tahun. Mereka menjaga, menanam, dan melestarikan terumbu karang.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti, Ikhwan Arief, pada acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Gedung Mandala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8/2017). Mereka dinilai berhasil menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Ini menjadi semangat buat kami para nelayan agar bisa memberikan perubahan untuk sekitar. Selama 10 tahun kami melakukan pelestarian ini khusus untuk perairan di wilayah kami,” jelas Ikhwan kepada detikcom.

Nelayan Bangsring merupakan pelopor konservasi laut. Mereka berhasil mengubah perilaku nelayan dalam menangkap ikan sehingga ekosistem laut dapat terselamatkan.

Kampanye mengubah perilaku itu sempat mendapat perlawanan. “…tapi kami tidak menyerah. Kami juga menetapkan area konservasi laut seluas 15 kilometer di mana di area ini tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan,” kata Ikhwan dalam laman Merdeka.

10 tahun yang lalu, perairan Bangsring mengalami kerusakan parah karena penangkapan ikan dengan bom dan potassium. Praktik itu dilakukan selama puluhan tahun secara turun temurun sehingga membuat nelayan sekitar kesulitan mencari ikan hias dan tangkapan.

Diceritakan Ikhwan kepada Kompas bahwa sebagian besar nelayan Bangsring pada awalnya adalah nelayan ikan hias. Mulai 1960-an mereka menangkap ikan hias dengan menggunakan bom dan potassium.

Namun akibat praktik ilegal itu, terumbu karang di perairan Bangsring rusak parah dan pada akhirnya para nelayan kesulitan mendapatkan ikan hias. Dari sana Kelompok Nelayan Samudera Bakti mulai mengubah pola tangkap yang lebih ramah lingkungan dan melakukan transplantasi terumbu karang dengan menggunakan rak yang terbuat dari pipa air.

Rak transplantasi tersebut dibuat dengan sistem sumbangan dari para donatur. Para nelayan juga melakukan perawatan secara berkala terumbu karang yang ditanam.

“Selain ribuan rak transplantasi di wilayah zona perlindungan, juga ada 500 apartemen ikan serta ratusan karang buatan yang kami letakkan di dalam laut. Yang terakhir ada sistem biorock agar pertumbuhan karang lebih cepat. Saat ini ada rib,” kata Ikhwan.

Saat ini Kelompok Nelayan Samudera Bakti melingkupi 200 orang nelayan. Mereka secara rutin melakukan edukasi dan menjelaskan pentingnya terumbu karang bagi keberlangsungan ekosistem di laut.

Edukasi dilakukan di sekolah-sekolah ataupun kepada wisatawan yang datang langsung ke Pantai Bangsring. Dengan kerja keras mereka, kini Pantai Bangsring menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Banyuwangi sekaligus sumber pendapatan nelayan.

Berikut 10 peraih penghargaan Kalpataru pada Hari Lingkungan Hidup 2017 yang dilansir dari JPP dan laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan:

Kalpataru untuk kategori perintis

  • Anuar dari Deli Serdang, Sumatera Barat; Penanaman dan rehabilitasi Mangrove.
  • Agus Bei dari Balikpapan, Kalimantan Timur; Rehabilitasi kawasan Mangrove yang rusak akibat deforestasi menjadi kawasan konservasi.

Kalpataru untuk kategori pengabdian

  • Mahariah dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta; Pengelolaan daur ulang sampah.
  • Heri Supriyatna dari dari Pangalengan, Kabupaten Bandung; Penghijauan module Agroforestry kopi berbasis masyarakat.

Kalpataru untuk kategori penyelamat lingkungan

  • Kelompok Pelestarian Penyu Kurma Asih Desa Perancak dari Kabupaten Jembrana, Bali.
  • Kelompok Nelayan Samudera Bakti dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
  • Kelompok Masyarakat Pengawas Danau Lindung Empangau dari Kalimantan Barat.
  • Kelompok Pencinta Alam KPA Isyo Hills Repang dari Papua.

Kalpataru untuk kategori pembina lingkungan

  • Saptono Tanjung dari Desa Ngestiharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Lefrand Adam Singal dari Kalimantan Utara.

More banyuwangAi ...