Pelaku Penistaan Agama di Medsos Ditangkap Polres Banyuwangi




Banyuwangi – Pelaku dugaan penistaan agama diamankan Polres Banyuwangi, Jumat (17/6/2016). Bagus Panji (23) warga Benelan Lor, Kecamatan Kabat, ditangkap karena ulahnya memposting standing di media sosial, menghina agama Islam dan Nabi Muhammad, Minggu (12/6) lalu.

Pelaku mengunggah standing tersebut lantaran sakit hati melihat pemberitaan razia pedagang yang dilakukan Satpol PP di wilayah Serang, Banten.Postingaan tersebut kemudian memicu kecaman dari masyarakat hingga organisasi Islam di Banyuwangi.

“Ada beberapa organisasi yang melaporkan tersangka. Pelaku kita tangkap di rumahnya,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Budi Mulyanto kepada detikcom, Jumat (17/6/2016).

Kapolres Budi menambahkan, laporan grave dilakukan oleh PCNU dan MUI Banyuwangi. Tak hanya itu, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi juga turut serta melaporkan Bagus Panji ini.

“Karena pendidikan yang minim mendorong pelaku mengunggah standing kurang pantas. Kasus ini murni dilakukan secara pribadi. Kami minta masyarakat tidak memperluas kasus ini,” tambah Kapolres Budi.

Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi. Baik pelapor ataupun ahli telah memberikan pernyataan seputar dugaan penistaan agama yang dilakukan pelaku. Ahli yang dimintai kesaksian didatangkan dari Unair Surabaya yang meliputi ahli bahasa maupun teknologi informasi.

 

Sementara untuk pasal yang dikenakan yakni pasal 45 jo pasal 27, serta pasal 28 UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Ulah Bagus Panji ini juga dinilai melanggar ppasal 156a KUHP dengan an

“Keterangan mereka menguatkan bahwa tindakan pelaku melanggar UU ITE. Ancamannya 6 tahun penjara,” pungkas Kapolres Budi.

Sementara itu di hadapan wartawan, Bagus Panji meminta maaf kepada pengguna media sosial maupun umat Muslim. Apa yang dilakukannya ini merupakan kelalaiannya.

“Status yang saya posting itu karena merasa iba usai melihat razia Satpol PP Kabupaten Serang, Banten terhadap warung yang jualan di siang hari. Ini semua murni kekhilafan saya,” akunya.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...