Pelabuhan Mulai Padat, Bandara Meningkat Pesat

Saking banyaknya jumlah ken­daraan roda dua yang menye­be­rang, dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi tampak ada satu KMP yang bahkan nyaris diisi oleh kendaraan roda dua.

Terkait perkembangan arus pemudik pada H-5 kemarin, Ge­neral Manajer ASDP, Elvi Yoza mengatakan jika arus pemudik yang menuju Banyuwangi me­mang sudah mulai meningkat. Hal yang sama juga terjadi dengan peningkatan wisatawan yang pergi menuju Pulau Bali. Bahkan jika dibandingkan, jumlah penumpang yang menyeberang ke Bali pada hari Sabtu hampir separuh dari jumlah pemudik yang menye­be­rang ke Pulau Jawa.

Tercatat ada 23.252 penumpang dari Banyuwangi yang menye­berang ke Bali pada hari tersebut. “Kami melihat mulai besok (hari ini) Senin pemudik akan mulai meningkat. Karena secara psiko­logis ternyata siswa sekolah baru rapotan hari Senin. Jadi mereka baru mulai mudik. Kemungkinan semuanya dari pejalan kaki, roda 2 dan roda 4 akan mengalami peningkatan,” terangnya.

Dia menambahkan, sejak ke­marin KMP Drajat Paciran sudah mulai melakukan uji coba di beberapa dermaga yang ada Keta­pang dan Gilimanuk. Setelah di­nyatakan lolos, kemungkinan KMP dengan kapasitas 350 kursi itu sudah bisa memperkuat ar­mada mudik ASDP. “Besok ke­mungkinan bisa dioperasikan. Kita tetap akan menggunakan 32 sampai 33 kapal per hari. Tidak akan kita tambah, mungkin tripnya saja yang kita tambah,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penum­pukan penumpang yang terjadi di pelabuhan ASDP Gilimanuk, Elvi mengatakan jika hal tersebut terjadi secara temporer. Karena trennya ternyata para pemudik memenuhi pelabuhan di antara jam setelah berbuka puasa hingga pagi hari. “Kita imbau mungkin masyarakat bisa menyeberang di siang hari. Jadi tidak terkena pe­numpukan penumpang,” tegas­nya.

Sementara itu, lonjakan peng­guna jasa penerbangan di bandara Banyuwangi hingga kemarin (10/6) cukup pesat. Angka peningkatan mencapai 180 persen diban­dingkan dengan tahun lalu.

Manajer Teknis Bandara Banyu­wangi Suparman menyebutkan tahun ini jumlah penumpang meningkat pesat. Perbandingan information penumpang pada H-8 Leba­ran tahun lalu dan sekarang me­nunjukkan angka yang mencolok. Jumlah penerba­ngan yang semula empat kali melonjak menjadi tujuh kali. Sedangkan perban­di­ngan jumlah penumpang untuk kedatangan dari 256 penumpang menjadi 625 penumpang. Kemu­dian untuk keberangkatan, dari 180 penumpang di tahun 2017 kini menjadi 283 orang. “Meningkat pesat, yang banyak dari Jakarta ke sini,” terangnya.

 

Secara total, perbandingan pe­numpang tahun lalu dan sekarang jika dihitung per hari dari H-8, H-7 dan H-6 meliputi 436 menjadi 909, 457 menjadi 998 dan 431 menjadi 1.184. Semuanya me­ningkat di atas 100 persen. “Semua penumpang mengalami pening­katan, hampir di atas 100 persen semua,” ucapnya.

Untuk pra Lebaran, lonjakan penumpang memang berasal dari penumpang yang datang atau dari Jakarta dan Surabaya. Mereka merupakan warga perantau yang sedang pulang kampung. Ke­mudian, setelah H+ 7 Lebaran. Lonjakan penumpang akan be­rubah lebih banyak pada penerbangan kebe­rangkatan. “Nanti gantian, saat mereka arus balik, dari sini yang ramai,” terangnya.

Data di Garuda Indonesia Airli­nes menunjukkan, dalam pener­bangan siang kemarin, penumpang dari Banyuwangi (BWX) ke Su­rabaya (SUB) berjumlah 40 orang, sedangkan dari Surabaya ke Ba­nyuwangi mencapai 67 orang. Kemudian dari Banyuwangi ke Cengkareng sebanyak 42 orang, sedangkan dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (CGK) ke Banyuwangi mencapai 95 orang.

Begitu pula perkiraan penum­pang yang akan melakukan pe­nerbangan siang ini. Penerbangan dari Banyuwangi Surabaya bruise kemarin telah terisi 39 penumpang sedangkan dari Surabaya ke Ba­nyuwangi mencapai 70 penum­pang. Selanjutnya dari Banyuwangi ke Jakarta mencapai 39 orang dan dari Jakarta ke Banyuwangi sudah terisi 96 orang. “Lebih ba­nyak penumpang di depot kedatangan,” ucap Samsudin, Manager Sales and Service Garuda Indonesia Branch Office Ba­nyu­wangi.

(bw/jpr/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...