PBB dan NJOP di Banyuwangi Segera Naik

Besaran kenaikan PBB yang direncanakan sebesar 25 persen dari PBB yang berlaku saat ini. Sedangkan besar untuk kenaikan NJOP kenaikannya dibagi menjadi dua jenis.

Untuk NJOP pedesaan akan naik dua tingkat dari NJOP yang berlaku saat ini. ”NJOP pedesaan yang berlaku saat sekitar Rp 20 ribu per scale akan dinaikkan dua tingkat menjadi Rp 36 ribu per meter,” sebut Plt Kepala Bapenda Nafiul Huda.

Sedangkan untuk NJOP perkotaan, ungkap Huda, akan dinaikkan empat tingkat dari NJOP yang berlaku. Saat ini NJOP perkotaan rata-rata sebesar Rp 20 juta akan dinaikkan menjadi Rp 41 ribu per meter. ”Semua itu baru rencana, sekarang masih sosialisasi dengan semua stakeholder,” katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Huda, pihaknya sudah mengundang kepala desa, camat, dan beberapa stakeholder yang lain untuk menyampaikan rencana kenaikan PBB dan NJOP itu. Mereka diundang supaya menyampaikan dan menyerap aspirasi masyarakat tentang rencana kenaikan tersebut. ”Kita tidak ingin mengulangi kejadian tahun 2014. Saat itu, pemda merencanakan menaikkan PBB namun ditolak ramai-ramai, akhirnya tidak jadi diberlakukan,” jelas Huda.

Pada APBD 2018, aim penerimaan PBB ditetapkan sebesar Rp 38 miliar atau naik dari realisasi PBB tahun 2017 sebesar Rp 33 miliar. Kalau rencana kenaikan disetujui semua pihak, maka penerimaan PAD dari PBB tahun 2018 naik menjadi Rp 41 miliar atau ada kenaikan sekitar 25 persen. ”Sekali lagi, hingga saat belum ada keputusan dan baru rencana,” tegas Huda. (afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 

More banyuwangAi ...