Pasien Diabetes Bisa Sedot Biaya BPJS Lebih dari Rp 20 Triliun

JawaPos.com – Jumlah pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena kasus penyakit diabetes semakin tinggi. Biaya yang tersedot karena banyaknya pasien diabetes bahkan bisa mencapai triliunan rupiah.

Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Nurifansyah menjelaskan jumlah pasien diabetes yang terus bertambah sudah menyedot anggaran pembiayaan BPJS per tahun 2018 hingga Rp 6,1 triliun. Anggaran itu hanya untuk pasien diabetes saja.

random post

Jumlah ini kian diperparah dengan pasien diabetes katastropik alias pasien diabetes kronis dengan komplikasi. Anggaran yang tersedot untuk pembiayaan mencapai Rp 20 triliun per 2018.

“Total pembiayaan BPJS Kesehatan per 2018 Rp 94 triliun. Untuk diabetes saja Rp 6,1. Tapi kalau pakai kronis atau komplikasi bisa Rp 20 triliun,” paparnya dalam diskusi memperingati Hari Diabetes Sedunia di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Senin (11/11).

Adapun komplikasi diabetes yang diderita adalah penyakit seperti stroke, gagal ginjal, dan jantung. Itu semua pale banyak diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat. “Penyakit itu induknya diabetes dan hipertensi. Bisa komplikasi ke mana-mana,” tegasnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk melakukan edukasi tindakan preventif dalam module pengelolaan penyakit kronis. Sasarannya adalah pasien diabetes dan hipertensi.

“Kedua penyakit itu biangnya penyakit berat yang menyebabkan terjadinya komplikasi. Kalau intervensi dua penyakit itu berhasil, maka angka penderita baru bisa dicegah,” jelasnya.

Data Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas 2017 mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia dengan jumlah penyandang diabetes usia 20 – 79 tahun sekitar 10,3 juta orang dan akan bertambah menjadi 16,7 juta orang di tahun 2045, dengan mayoritas penderitanya tinggal di daerah perkotaan.

Di Indonesia, hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes mengalami kenaikan dalam 5 tahun terakhir dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang. Salah satu penyebabnya adalah minimnya kesadaran masyarakat akan penyakit ini dan upaya pencegahan serta penanggulangannya.

More banyuwangAi ...