Pasien DBD di Banyuwangi Cenderung Meningkat

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mencatat ada 102 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari 2016. Satu orang di antaranya meninggal dunia.

“Jumlah kasus demam berdarah sampai akhir Januari ini 102 kasus. Cenderung terus meningkat makanya kita terus melakukan gerakan di tingkat Puskesmas maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Banywangi, Waluyo, di kantornya, Senin (1/2/2016).

Waluyo mengimbau kepada jajaran pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Sebab Kabupaten Banyuwangi masuk dalam lima daerah endemis DBD di Jawa Timur.

“Yang pale penting adalah pemberantasan sarang nyamuk,” kata dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mengalami gejala DBD segera ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Biasanya DBD disertai demam tinggi, muntah darah, dan bintik-bintik merah bekas gigitan nyamuk.

“Kalau ada keluarga panas (demam) sudah harus dicurigai demam berdarah segera bawa ke puskesmas terdekat supaya tidak terlambat untuk penanganan,” imbuh dia.

Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan lima kabupaten/kota endemis DBD. Yakni Malang, Jember, Sumenep, Jombang, dan Banyuwangi.

 

DBD ini tak hanya menyerang anak-anak melainkan orang dewasa. Sebagian besar pasien DBD berasal dari Desa Cikeusal, Kabupaten Palimanan, Cirebon.

Masa pancaroba yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya kerap berpengaruh pada kondisi tubuh. Pada masa perubahan cuaca juga banyak penyakit yang perlu diwaspadai di antaranya DBD.

Seperti diketahui, vektor penyakit DBD yakni nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di dalam atmosphere bersih. Pada musim kemarau, saat persediaan atmosphere terbatas, masyarakat cenderung menghemat atmosphere dan jarang menguras bak mandi. Ini memberikan kesempatan nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
TTD

More banyuwangAi ...