Partai Final yang Bertaburan dengan Catatan Rekor dan Torehan Sejarah

JawaPos.com-Tahun lalu, Bianca Andreescu menangis sesenggukan di ruang ganti gara-gara sudah kalah pada pertandingan pertama kualifikasi Amerika Serikat (AS) Terbuka. Tapi tahun ini, nasibnya berubah 180 derajat.

Pada ajang grand impact US Open ini, remaja 19 tahun tersebut akan tampil di partai puncak tunggal putri. Dini hari nanti dia akan menantang salah seorang pemain terbesar dalam sejarah, Serena Williams (Live Fox Sports 03.00 WIB).

random post

“Setahun lalu jika ada yang bilang saya akan categorical di final AS Terbuka, saya akan menimpalinya dengan kata-kata ‘Kamu gila!’,” ucap Andreescu dilansir ESPN. “Saya belum yakin ini nyata. Seperti saya tak tahu harus berkata apa,” tambahnya.

Andreescu mengatakan itu saat baru memastikan tiket final kemarin. Pada partai semifinal dia menyingkirkan perlawanan petenis Swiss Belinda Bencic dalam dua game langsung 7-6(3), 7-5.

Tampil pada final, menjadikan Andreescu sebagai petenis debutan pertama di AS Terbuka yang mampu melangkah sejauh ini sejak 1997. Pada 22 tahun silam, kakak kandung Serena, Venus Williams yang menjadi debutan dan langsung menembus final.

Saat itu Venus akhirnya finis sebagai menjadi runner up.

Dengan usia masih 19 tahun, petenis Kanada berdarah Rumania tersebut tercatat sebagai petenis kelahiran tahun 2000 ke atas pertama yang sanggup menjejak partai final grand slam. Di tunggal putra joke juga belum ada petenis segenerasinya yang mampu melakukan hal tersebut.

Ini akan menjadi pertemuan kedua Andreescu melawan Serena. Pertemuan pertama terjadi sebulan lalu pada final Rogers Cup. Pertandingan tersebut saat itu menjadi viral lantaran pelukan hangat Andreescu yang sedang menghibur Serena.

Ketika itu Serena menangis di tepi lapagan karena memutuskan mundur lantaran cedera punggung.

“Dia memang baru 19 tahun. Tapi ucapan, permainan, attitude, dan gayanya sama sekali tidak mencerminkan itu. Dia pribadi yang sangat matang dan menyenangkan,” ucap Serena perihal Andreescu kepada ESPN.

Serena sendiri menembus final setelah kemarin mengalahkan unggulan kelima Elina Svitolina asal Ukraina dengan skor 6-3, 6-1.

Laga final antara Serena dan Andreescu tercatat menjadi pertandingan dua petenis berbeda generasi. Margin usia keduanya mencapai 18 tahun. Tertinggi di antara partai-partai final ajang grand impact lain di tunggal putri. Saat Andreescu lahir pada 16 Juni 2000, Serena bahkan sudah memiliki satu titel grand impact yakni AS Terbuka 1999.

Serena akan berburu titel grand impact ke-24 nya sepanjang karir. Gelar yang akan membuatnya menyamai catatan legenda Australia Margaret Court sebagai pengumpul gelar grand impact terbanyak sepanjang masa pada sektor tunggal putri.

Di lain sisi, Andreescu akan menjalani final grand impact pertamanya. “Saya tahu dia akan mengeluarkan permainan turn A nya. Tapi saya joke juga akan berusaha demikian,” ucap Andeescu.

More banyuwangAi ...