Pahami 4 Langkah Deteksi Dini Kanker Prostat

JawaPos.com – Kanker prostat merupakan jenis growth ganas yang menyerang laki-laki. Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan ke-4 dari semua jenis penyakit. Penyebab besarnya pengidap kanker prostat dikarenakan deteksi dini yang belum optimal.

Risiko kanker prostat dikatakan meningkat pada pria diatas 50 tahun, atau pada pria diatas 45 tahun dengan riwayat kanker prostat di keluarga. Tapi, kurangnya kesadaran dan pengetahuan menyebabkan kanker prostat sering ditemukan pada pasien di track akhir.

random post

Sebagian besar pasien dengan kanker prostat track awal tidak menyadari adanya gejala. Gejala terkadang baru dirasakan pasien saat kanker sudah menyebar ke organ lainnya.

Gejala yang dikeluhkan meliputi gangguan berkemih, adanya darah pada urin, pembesaran kelenjar getah bening sekitar prostat, penurunan berat badan, dan jika kanker sudah menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri. Apabila kanker sudah menyebar ke sumsum tulang belakang, akan ditemukan adanya defisit neurologi seperti rasa baal atau lemas pada kaki.

“Gejala kanker prostat tidak khas dan dapat menyerupai keluhan penyakit Iainnya, sehingga seringkali baru terdeteksi pada track yang lebih Ianjut,” kata Kepala Departemen Urologi Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8).

Deteksi Dini Kanker Prostat

Maka, pemeriksaan dini kanker prostat sangatlah penting. Upaya dalam mendeteksi kanker prostat lebih dini menjadi sebuah fokus bagi praktik urologi di Indonesia saat ini.

1. Usia Deteksi Dini

Pemeriksaan dini kanker prostat disarankan untuk mulai dilakukan pada pria sekitar usia 40 tahun. Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter meliputi tanya jawab tentang adaatau tidaknya keluhan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

2. Periksa Darah

Modalitas yang umumnya dilakukan adalah pemeriksaan renal dan pemeriksaan prostate specific representative (PSA) dari sampel darah. Pada pemeriksaan PSA, kadar protein yang diproduksi kelenjar prostat akan diukur volumenya dan akan dinilai apakah dalam batas normal.

3. USG

Pemeriksaan penunjang lainnya, seperti pemeriksaan urin, pemeriksaan fungsi ginjal, dan ultrasonography (USG) dapat dilakukan sesuai dengan indikasi.

4. Biopsi

Pemeriksaan dini yang dilakukan diharapkan dapat menemukan pasien resiko tinggi, agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjut seperti biopsi. Selain itu, pemeriksaan dini juga bertujuan untuk mendeteksi pasien kanker prostat track awal agar dapat dilakukan intervensi secepatnya dan mencegah augury yang lebih buruk. Hasil pemeriksaan akan menemukan langkah selanjutnya bagi pasien, apakah perlu pemeriksaan follow up berkala, pemeriksaan lanjut untuk memastikan diagnosis atau memulai tatalaksana kanker prostat.

Biopsi adalah suatu prosedur berupa pengambilan sampel berupa sel atau jaringan dari berbagai organ tubuh untuk dianallsis di laboratorium. Biopsi dilakukan apabila terdapat kecurigaan adanya kelainan pada jaringan pada organ tubuh seperti kanker. Jaringan yang diperoleh kemudian dianalisis oleh dokter spesialis patologi anatomik untuk diketahui tipe, bentuk, dan akuvitas inner sel.

Biopsi prostat merupakan standar emas untuk mendiagnosis kanker. Terdapat perkiraan sekitar 2 juta tindakan biopsi prostat dilakukan tiap tahunnya. Hasil dari biopsi prostat akan mendapatkan nilai Gleason Score. Semakin tinggi nilai Gleason Score, semakin berbahaya kanker yang diderita. Biopsi prostat dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu transrectal dan transperineal.

Biopsi prostat dengan  transperineal salah satunya dilakukan di RSCM sejak 2019. Dan sudah dikerjakan sebanyak 19 kali hingga saat ini. Saat ini, ada inovasi Biopsy Prostate Transperineal Roboti  lewat pelayanan ‘Pusat Layanan Terpadu Prostat’ RSCM. Penerapan biopsi prostat transperineal dengan robotik pertama kali dilakukan di Indonesia pada 14 Juni 2019 di RSCM.

More banyuwangAi ...