PAD Naik 35,71 Persen, Banyuwangi Optimis Capai Target 2018




Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi berani mengambil aim tinggi atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 mendatang. Tak tangung-tanggung, Kabupaten pale ujung timur Pulau Jawa ini menargetkan PAD sebesar 35,71 persen dibandingkan APBD tahun 2017.

Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang telah disepakati oleh DPRD Banyuwangi, APBD 2018 diproyeksikan sebesar Rp 2,97 triliun. Angka ini naik Rp 278,24 miliar atau 10,33 persen dibanding proyeksi pendapatan daerah tahun 2017.

Pendapatan daerah tersebut terdiri dari PAD yang diproyeksi tembus Rp 527,38 miliar. Proyeksi PAD itu meningkat signifikan dibandingkan aim tahun 2017 yang ‘hanya’ Rp 388,61 miliar.

Bupati Abdullah Azwar Anas, mengaku optimistis aim PAD yang naik signifikan dibanding tahun 2017 bisa dilampaui. “Insya Allah bisa terlampaui. Ke depan, PAD terus kami gali dan dilakukan intensifikasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

Selain PAD, kata Anas, pendapatan daerah tahun depan juga disumbang dana perimbangan. Dana perimbangan pada tahun anggaran 2018 diproyeksi sebesar Rp 1,91 triliun atau naik sebesar 3,96 persen, dibandingkan dana perimbangan tahun ini yang ditarget sebesar Rp 1,84 triliun.

 

“Bukan hanya menggali dan mengintensifikasi sumber-sumber PAD, kami juga terus berupaya mengubah mental birokrasi di Banyuwangi,” tambahnya.

Selain itu, pemkab juga akan terus berusaha mewujudkan komitmen peningkatan transparansi dan akuntabilitas penarikan PAD. Salah satunya dengan memanfaatkan metode penarikan dan pembayaran pajak dan retribusi daerah secara elektronik. “Ke depan kalau bisa semua non tunai. Sehingga intensity mislaid semakin ditekan,” cetusnya.

Proyeksi pendapatan daerah tahun depan tersebut juga bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pos lain-lain pendapatan yang sah tahun 2018 diproyeksi mencapai Rp 525,37 miliar. Dibanding aim pada APBD 2017, proyeksi lain-lain pendapatan daerah tahun depan mengalami peningkatan sebesar Rp 66,41 miliar.

Anas menambahkan, peningkatan PAD tersebut diharapkan segera berimbas terhadap program-program pembangunan di Banyuwangi.

Selain itu, Anas juga menegaskan, pada 2018 pemkab akan fokus pada kebijakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Memastikan seluruh masyarakat Banyuwangi merasakan hadirnya pemerintah dan merasakan buah pembangunan daerah melalui berbagai program.

Program dimaksud antara lain, rantang kasih, yakni pemberian bantuan makanan kepada lansia miskin yang hidup sebatang kara, bantuan kepada penunggu pasien miskin, bantuan biaya hidup siswa miskin, santunan bagi penduduk miskin yang wafat, serta beberapa module yang lain.

Sementara belanja daerah dalam KUA-PPAS 2018 diproyeksi sebesar Rp 3,16 triliun. Total belanja daerah tersebut naik 4,39 persen atau sebesar Rp 126,24 miliar dibanding tahun 2017. Sebab, aim belanja daerah pada APBD 2017 ditarget ‘hanya’ sebesar 2,87 triliun.

Sedangkan pos pembiayaan daerah pada KUA-PPAS 2018 ditarget sebesar Rp 29 miliar. Bila dibandingkan tahun anggaran 2017, pembiayaan daerah tahun depan mengalami penurunan sebesar Rp 152 miliar atau 83,98 persen.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...