Omzet Pedagang Dandang Merosot

Menurut Khusnul, sebelum musim hujan omzetnya rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. Tapi sekarang bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu sudah bagus. “Cuacanya seperti ini (hujan), sehari laku tiga panci sudah bagus,” ujarnya.

Untuk pengiriman perabotan ke luar daerah, kini juga menurun. Dan itu mememparah para pedangan peralatan dapur yang ada di daerahnya. “Waktu ada festival pembeli masih ramai, tapi lama-kelamaan berkurang,” ungkapnya.

Meski pendapatan terus menurun, para pedagang tetap optimistis dengan usaha menjajakan hasil kerajinannya tersebut. Saat ini, yang ditunggu tinggal momen hari raya Idul Fitri yang omzetnya bisa naik hingga Rp 30 juta dalam waktu tujuh hari. “Namanya pedagang itu pasti ada pasang surutnya,” cetusnya. (*)

(bw/kri/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Nelayan Bali Jual Ikan di MuncarNelayan Bali Jual Ikan di Muncar Salah satu nelayan, Katimin, 48, asal Kampung Satelit, Dusun Pelurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan kedatangan nelayan tradisional asal Bali ke Muncar itu memang untuk […]
  • Tempe Daun Made In Gintangan Perlu SentuhanTempe Daun Made In Gintangan Perlu Sentuhan JawaPos.com – Selain dikenal dengan kerajinan bambu dan perkakas rumah tangga, ada satu lagi produk Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, yang cukup khas, yakni tempe daun pisang. Berbeda […]
  • Perajin Sapu Ijuk Kesulitan Bahan BakuPerajin Sapu Ijuk Kesulitan Bahan Baku Untuk memenuhi kebutuhan ijuk itu, dia mengambil dari daerah Kebun Trebasala, Kecamatan Glenmore. Tidak hanya itu, curah hujan yang tinggi juga membuat para pencari ijuk kesulitan untuk […]