Omzet 1 Stan Rp 4 Juta per Hari

BANYUWANGI – Pameran produk seni dan kerajinan lokal bertajuk Banyuwangi Art Week (BAW) 2018 mendapat sambutan antusias pelaku usaha dan masyarakat umum. Sejak dibuka pada Kamis pagi (12/4) pameran yang dipusatkan di depan Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan tersebut selalu dipadati pengunjung. Pelaku usaha joke kebanjiran pembeli.

Asosiasi Kuliner, Kaus, Keraji­nan, Aksesoris, Suvenir, Lukis, Tekstil, dan Batik (Akrab) Sam­sudin mengatakan, pihaknya sa­ngat mengapresiasi langkah pemkab yang telah rutin menye­lenggarakan festival Art Week sejak 2013 tersebut. “Dampaknya sangat bagus bagi pertumbuhan usaha mikro di Banyuwangi,” ujarnya.

Dikatakan, selain bermanfaat untuk memperkenalkan produk hasil produksi para perajin dan pelaku usaha kreatif, pengunjung bisa berbelanja di stan-stan pa­meran selama Art Week ber­lang­sung. “Transaksi sangat ba­gus, omzet satu stan, misalnya stan Batik Banjarwangi bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per hari. Ini cukup signi­fikan untuk perkembangan usa­ha,” kata dia.

Bukan itu saja, setelah produk hasil produksi peserta pameran dikenal masyarakat, dampak positif akan terus mengalir kepada peserta even ini. “Mung­kin pada kesempatan ini belum sempat membeli, bisa datang langsung ke gerai,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, BAW digelar sebagai wujud konsistensi pemkab untuk mewadahi krea­tivitas para pelaku industri kreatif pemula, terutama anak muda di Banyuwangi. “Pelaku industri kreatif pemula perlu didukung untuk mengembangkan usaha­nya. Salah satunya lewat festival ini. Kami beri ruang dan etalase khusus untuk memajang karya-karya mereka,” ujarnya.

Anas menambahkan, ajang ini juga sebagai upaya untuk me­nge­nalkan beragam produk kerajinan khas Banyuwangi hasil produksi pelaku industri kreatif Bumi Blambangan.

“Kita gelar even ini untuk pro­mosi meng­angkat dan menge­nalkan produk-produk UMKM lokal ke khalayak luas. Harapan kami, pelaku usaha dapat ber­temu langsung dengan para kon­sumen untuk langsung bisa ber­transaksi,” kata Anas.

 

PEGANG SOUVENIR: Istri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Ny Minuk Uliawati, mendatangi stan yang menjual souvenir.

PEGANG SOUVENIR: Istri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Ny Minuk Uliawati, mendatangi stan yang menjual souvenir.
(DOK. RABA)

LARIS MANIS: Seorang pengunjung membeli alat pijat tradisional di stan Art Week.

LARIS MANIS: Seorang pengunjung membeli alat pijat tradisional di stan Art Week.
(DOK. RABA)

(bw/sgt/rbs/JPR)


Bisa Merias, Nyinden, Menari Hingga jadi Pawang Jaranan


Berikutnya

Obok-Obok Tempat Dugem

More banyuwangAi ...

  • Dinas Pertanian Dorong Perluasan Buah Naga OrganikDinas Pertanian Dorong Perluasan Buah Naga Organik Menurut Hoiri, di Banyuwangi ada sekitar 2.283 hektare tanaman buah naga dengan produksi 255 kuintal per-hektare. Khusus di Kecamatan Sempu, terdapat 67 hektare tanaman buah naga dengan […]
  • Omzet Pedagang Dandang MerosotOmzet Pedagang Dandang Merosot Menurut Khusnul, sebelum musim hujan omzetnya rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. Tapi sekarang bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu sudah bagus. “Cuacanya seperti ini […]
  • Sekali Keliling, Penjual Mie Ayam Ini Selalu HabisSekali Keliling, Penjual Mie Ayam Ini Selalu Habis JawaPos.com - Mie ayam menjadi salah satu makanan favorit di Kabupaten Banyuwangi. Namun, tidak semua mie ayam laris seperti milik pak Imam, warga asal Desa Grogol, Kecamatan Giri, […]