Nikmati Super Long Weekend di Using Culture Banyuwangi Yuk!





Banyuwangi – Super prolonged weekend kali ini bisa pilih Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata alam dan kultur yang seru. Tak hanya nikmati pemandangan persawahan yang membentang di Banyuwangi, tapi pengunjung juga bisa ikut prosesi tradisi agraris suku Using, yang dibungkus dalam Using Culture Festival. Keren!

Di festival yang digelar Sabtu (7/5) mendatang, mulai pukul 08.00 wib pengunjung diajak untuk ikut menyusuri kebun nira, menyadap pohon aren, mengolah aren hingga penyajian kuliner berbahan dasar serba aren.

random post

Yang unik lagi, prosesi menyadap aren ini juga dibumbui nilai mistis khas using. Saat menyadap pohon aren, warga Using diwajibkan memakai baju hitam sembari menyanyikan kidung dan mantra khusus. Dengan memakai baju hitam dan bernyanyi, pohon aren ini dipercaya bisa meneteskan niranya dengan deras.

“Dimulai pukul 8 pagi, para peserta diajak menyusuri area pohon nira dan melihat bagaimana orang Banjar menyadap pohon aren sambil menyanyikan kidung dan mantra khusus. Usai menyadap pohon aren, nira-nira ini akan diletakkan di pondok pengelolahan nira yang berada di samping Balai Desa Banjar,” ujar Camat Licin Mohamad Lutfi, Kamis (6/5/2016).

Saat pengolahan nira, pengunjung bisa melihat cara memasak yang masih tradisional. Kuali besar di atas tungku kayu tradisional dengan nira dimasak hingga kental. Pengunjung juga bisa menikmati sajeng, gula merah mendidih serta nira kental yang biasa disebut dengan ketek banyu atau ketek semut.

“Bisa dinikmati dengan sebutan minuman mentak (air gula aren). Ini sangat enak jika dicampur dengan kelapa parut. Selain itu, kentalan gula ini bisa cetak bulat-bulat ditaburi kacang. Bisa juga kentalan gula ini untuk pelengkap minum kopi pahit dengan menggigit gula sambil menikmati sejumlah atraksi kesenian desa di pondok ini,” jelas Lutfi.

Setelah pagi ditunjukkan bagaimana menyadap aren, sekitar pukul 13.00 wib akan ditampilkan sendratari Legenda Sadap Nira dan diselingi sarasehan musik oleh Boogie Prasetyo. Baru sekitar pukul 17.00 wib, warga kembali ke pondok untuk mengolah dan memasaknya.

 

“Acara intinya akan dimulai pada Sabtu pukul 19.00 yang akan dihadiri Bupati Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut akan tampilkan sendratari yang menggambarkan legenda sadap nira dan tradisinya. Juga akan ada penampilan musisi jazz di sana,” pungkas Lutfi.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...