Nelayan Muncar Ramai-Ramai Datangi Kantor Perikanan

Jika memang terus dipersulit seperti ini, lanjutnya, para nelayan pasti akan nekat berlayar walaupun tanda membawa dokumen yang diperlukan. “Kita hanya ingin kerja sesuai aturan, tapi aturan yang selalu menghambat kita untuk bekerja,” cetusnya.

Kasim mengaku sudah setahun tidak melaut dan tidak bisa menghidupi 96 orang kar­ya­wannya. Bahkan, baru sepekan ini nekat pinjam uang ke bank sebesar Rp 100 juta untuk meng­hidupi para karyawannya. “Banyak orang yang menggantungkan hidupnya dilautan, bukan hanya saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT P2SKP Muncar, Kartono Umar melalui Kasi pengawas UPT P2SKP Erlambang, mengaku tidak memiliki wewenang untuk memastikan pengurusan surat itu selesai. Karena untuk mengeluarekan surat itu, banyak prosedur yang harus dilakukan. “Kita hanya sebagai perantara, yang berwenang untuk mengeluarkan itu pusat,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, sejumlah nelayan Muncar, Kecamatan Muncar, mengeluhkan lamanya pengurusan surat tanda keterangan andon (STKA). Setelah ditunggu setahun lebih, ternyata dokumen yang diperlukan itu tidak kunjung selesai.

Nelayan mengurus STKA itu, sesuai kebijakan pemerintah bagi kapal dengan kapasitas 10 GT sampai 30 GT, bila akan mencari ikan di luar provinsi harus mengantongi dokumen resmi. “Kita mengurus ke Dinas Perikanan dan Kelautan lama sekali,” terang Kasim, 50, warga Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Menurut Kasim, meski telah memiliki SKTA nelayan Muncar sering menghadapi kendala. Terutama saat masuk ke daerah perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. “Meski bawa SKTA, masuk ke Pelabuhan Balikpapan tetap ditolak,” terangnya. (*)

(bw/rio/rbs/JPR)

 

More banyuwangAi ...

  • Minta Sumbangan untuk Perbaikan JalanMinta Sumbangan untuk Perbaikan Jalan Wawan mengaku permintaan sumbangan yang dilakukan warga ini, sebelumnya telah minta izin pada kepala desa setempat. “Ter­paksa minta sumbangan kepada pengguna jalan untuk perbaikan jalan […]
  • Anggota DPRD Hadang EksekusiAnggota DPRD Hadang Eksekusi         Tak seberapa lama, Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Samsudin bersama Kapolsek Kabat AKP Supriyadi datang ke lokasi untuk ikut memediasi. Mereka sempat berunding di rumah Ali […]
  • Omzet Perajin Emas MenurunOmzet Perajin Emas Menurun Saat pesanan itu sangat banyak, Hendri mengaku sampai kewalahan. Tapi kali ini, dalam satu pekan hanya melayani beberapa pelanggan saja. “Dulu dalam sehari bisa dapat lima pesanan cicin, […]