Nelayan Banyuwangi Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

TEMPO.CO,JakartaBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberi bantuan perlindungan jaminan sosial untuk seribu nelayan di Banyuwangi. Setelah ribuan nelayan di Kabupaten Indramayu dan Kota Sibolga, kali ini seribu nelayan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mendapatkan bantuan perlindungan.

Perlindungan yang diberikan kepada para nelayan mencakup dua module BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Pilihan kepesertaan untuk dua module ini hanya terbatas pada pekerja bukan penerima upah (BPU), dengan iuran Rp 16.800 per bulan. “Bantuan iuran untuk nelayan ini akan diberikan selama 6 bulan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, melalui siaran pers, Senin, 11 Apr 2016.

Pemberian bantuan ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran para nelayan akan pentingnya jaminan sosial untuk melindungi pekerja dari risiko pekerjaan mereka.

Agus berharap module yang pertama kali diadakan saat Launching Operasional Penuh BPJS Ketenagakerjaan pada 30 Juni 2015 ini bisa berkesinambungan dengan bantuan pemerintah. Melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman, pemerintah memiliki module perlindungan 1 juta nelayan.


<!–

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1448629773395-0-oop’); });

 

–>

Ruang lingkup perlindungan atas kecelakaan kerja yang terjadi pada peserta BPJS Ketenagakerjaan meliputi perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi mulai saat berangkat, di lokasi, hingga kembali dari tempat kerja. Bukan hanya itu, perlindungan juga diberikan terhadap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaannya tersebut.

Selain itu, melalui Jaminan Kematian, ahli waris peserta yang meninggal selama masa kepesertaan aktif juga akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

PINGIT ARIA

More banyuwangAi ...