Nasib Pedagang Gamping Kian Terpojok

Menurut Arun, sepinya pen­jualan gamping itu karena saat ini banyak toko bangunan yang menyediakan cat tembok. Ka­renanya, orang banyak yang me­milih cat buatan pabrik dari pada membeli gamping. “Cat buatan pabrik lebih bagus dan praktis. Kalau ini (gamping), harus diren­dam terlebih dahulu,” ungkapnya.

Meski begitu, Arun mengaku akan tetap bertahan. Sebab, pen­jualan gamping tidak hanya semata-mata dijual untuk cat tem­bok. Beberapa warga yang membangun rumah, masih ada yang membutuhkan gamping dibanding kapur untuk bahan campuran bangunan.

“Harganya juga cukup jauh, gamping hanya Rp 4.000 per kilogram, kalau cat itu lebih mahal. Kemudian untuk gamping yang dijadikan bahan campuran pem­ba­ngunan rumah juga lebih murah dari pada kapur yang sudah halus,” bebernya.

Bila warga yang membangun rumah dan membutuhkan gam­ping, biasanya akan membeli sam­pai satu kuintal. “Khusus gamping yang dibeli untuk pem­bangunan rumah, harganya lebih miring lagi karena belinya banyak. Untuk itu, kadang seminggu baru ada yang beli,” pungkasnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Bulan Maulid Berakhir, Harga Telur Masih Tetap TinggiBulan Maulid Berakhir, Harga Telur Masih Tetap Tinggi GENTENG-Harga telur yang naik sejak memasuki peringatan Maulid Nabi Muhammad, ternyata masih belum ada tanda-tanda akan turun lagi. Malahan, pada minggu terakhir 2017 ini, harganya masih […]
  • Perajin Sapu Ijuk Kesulitan Bahan BakuPerajin Sapu Ijuk Kesulitan Bahan Baku Untuk memenuhi kebutuhan ijuk itu, dia mengambil dari daerah Kebun Trebasala, Kecamatan Glenmore. Tidak hanya itu, curah hujan yang tinggi juga membuat para pencari ijuk kesulitan untuk […]
  • Banjir, Barang Bekas Makin DiminatiBanjir, Barang Bekas Makin Diminati Kipas angin, kulkas, televisi, dan barang elektronik lainnya laris manis diborong oleh pembeli yang kebanyakan para korban banjir. Beberapa pembeli sengaja mencari barang bekas karena […]