Mimpi Jokowi Menghubungkan Merak sampai Banyuwangi …

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) punya mimpi besar menghubungkan kawasan Merak di Provinsi Banten hingga Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur konektivitas Tol Trans-Jawa.

Bukan tanpa alasan Jokowi bermimpi seperti itu.

Pertama, menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu dari dua fondasi penting dalam membangun daya saing bangsa untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

Fondasi penting lainnya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Serunya Menjajal Jalur Mudik Tol Trans-Jawa 

“Kita sudah jauh tertinggal dengan China. Bahkan dengan Vietnam, Malaysia, dan Filipina joke kita jauh tertinggal. Di bidang ekspor, dan investasi kita betul-betul kalah. Kalau tidak bangun dan bangkit dari tidur, kita akan kalah,” tutur Jokowi dengan nada keras kala meresmikan Tol Medan-Kualanamu.  

 

 

Presiden Joko Widodo bersama Nyonya Iriana, berjalan di apron depot bandara Ahmad Yani Semarang sebelum lepas landas, Kamis (7/6/2018)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Presiden Joko Widodo bersama Nyonya Iriana, berjalan di apron depot bandara Ahmad Yani Semarang sebelum lepas landas, Kamis (7/6/2018)Mantan Gubernur DKI Jakarta ini terus mengulang pernyataannya, terutama saat meresmikan ruas-ruas tol, dan infrastruktur lainnya di berbagai wilayah.

Yang terbaru adalah ketika Jokowi meresmikan depot baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, pada Kamis (7/6/2018).

Oleh karena itulah, pembangunan infrastruktur yang merupakan tahapan besar pertama yang sangat elemental dipercepat pengerjaannya.   

Jokowi mengatakan, pada tahun 1977 silam, ketika Jalan Tol Jagorawi dibangun, negara-negara China, Malaysia, Vietnam, dan Malaysia melakukan studi banding ke Indonesia.  

Mereka melihat manajemen konstruksinya. Namun, setelah epoch Tol Jagorawi, jalan bebas hambatan yang bisa Indonesia bangun hanya 780 kilometer hingga akhir 2014.   

Foto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik.Bandingkan dengan China sekarang yang sudah punya 280.000 kilometer panjang jalan tolnya. Betapa Indonesia sangat tertinggal jauh.   

“Kita 1.000 kilometer saja belum,” cetus Jokowi.  

Jokowi joke meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini M Soemarno untuk menggenjot pembangunan Tol Trans-Jawa yang menghubungkan Merak hingga Banyuwangi.

Jokowi menargetkan pembangunan jalan tol dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa ini tersambung pada 2019. Tidak saja tersambung, Tol Merak-Banyuwangi ditargetkan dapat beroperasi pada penghujung 2019.

“Akhir 2019 dari Merak-Banyuwangi harus sudah operasional. Saya minta Menteri BUMN dan Menteri PUPR mewujudkannya,” kata Jokowi.

Saat ini, pembangunan Tol Trans-Jawa baru dapat menyambungkan Merak-Pasuruan. Namun, Jokowi memastikan, Merak-Pasuruan sudah beroperasi pada akhir 2018.

Foto udara simpang susun Caruban dari Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan telah sah beroperasi dan dirancang sepanjang sum 87,02 kilometer, Jalan Tol Ngawi-Kertosono dibagi dalam empat seksi pengerjaan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara simpang susun Caruban dari Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan telah sah beroperasi dan dirancang sepanjang sum 87,02 kilometer, Jalan Tol Ngawi-Kertosono dibagi dalam empat seksi pengerjaan.Selain itu, Jokowi juga meminta kedua kementerian dapat mengintegrasikan pembangunan jalan tol dengan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan ekonomi khusus.  

Hal ini dilakukan agar biaya transportasi dan mobilitas betul-betul dapat ditekan serendah mungkin baik untuk barang-barang produksi rakyat maupun barang produksi industri sehingga bisa bersaing dengan negara lain.   

Dia menambahkan, meski percepatan pembangunan infrastruktur sudah ditetapkan targetnya, namun keselamatan dan keamanan kerja harus tetap diperhatikan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono joke menyanggupi dan optimistis dapat memenuhi aim tersambungnya Merak-Banyuwangi. 

“Harus optimistis. Kita punya teknologi, dana, SDM,” kata Basuki.

Dari pantauan Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com, kondisi terkini Tol Trans-Jawa sebagian masih berupa jalur fungsional meski sebagian lainnya sudah beroperasi.

Foto udara pembangunan jembatan Kali Kuto di Proyek ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya dilakukan di lokasi pekerjaan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara pembangunan jembatan Kali Kuto di Proyek ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya dilakukan di lokasi pekerjaan.Jalur fungsional tersebut adalah Tol Pemalang-Batang (39,20 kilometer), Tol Batang-Semarang (75 kilometer), ruas Salatiga-Kartasura (32,54 kilometer) yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, dan ruas Sragen-Ngawi (50,8 kilometer) yang merupakan bagian dari Tol Solo-Ngawi.

Kemudian ruas Wilangan-Kertosono (39 kilometer) sebagai bagian dari Tol Ngawi-Kertosono, ruas Bandar-Batas Barat (0,90 kilometer) bagian dari Tol Kertosono-Mojokerto, ruas Pasuruan-Gatri (13,65 kilometer) sebagai bagian dari Tol Gempol-Pasuruan, dan Tol Pandaan-Malang (15,47 kilometer), serta Tol Ciawi-Sukabumi ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 kilometer.

Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi we Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi we Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.Sementara kondisi aktual Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi yang merupakan titik terujung  belum dikerjakan. 

Jalan yang dirancang sepanjang 172 kilometer dengan pemegang konsesi PT Jasamarga Probolinggo-Banyuwangi masih berupa persawahan dan kebun milik warga.

Saksikan video reportase perjalanan mudik Tim Merapah Trans-Jawa berikut ini:

 



More banyuwangAi ...