Meski Ditetapkan Jadi Cawagub, Anas Tidak Harus Mundur

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas sudah memutuskan untuk maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) berpasangan dengan calon gubernur (cagub) Jatim, Saifullah Yusuf pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Meski menjadi cawagub, namun posisi Anas sebagai Bupati Banyuwangi tetap aman hingga selesainya pelaksanaan pilgub.

Selama menjadi cawagub, Anas tetap bisa menjalankan tugas-tugasnya sebagai Bupati Banyuwangi tanpa harus mengundurkan diri. ”Dalam UU, tidak ada yang mengatur seorang bupati atau wali kota yang maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur harus mundur dari jabatannya,” jelas Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin.

Dalam UU  Nomor 8 Tahun 2015 tentang perubahan atas UU Nomor 1 2015 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota disebutkan calon obligatory hanya harus cuti di luar tanggungan negara saat menggelar kampanye. Selama mengikuti kampanye, calon obligatory harus mengajukan cuti, jika tidak cuti maka masuk dalam kategori pelanggaran pemilu.

Karena itu, walaupun Bupati Anas sudah resmi ditetapkan menjadi calon wakil gubernur Jatim tetap bisa melaksanakan aktivitas sebagai Bupati Banyuwangi. Keharusan mundur kepala daerah yang mencalonkan sebagai gubernur dan wakil gubernur apabila sudah terpilih menjadi pasangan calon terpilih saja.

Hanya saja, Syamsul mengaku tidak tahu jelas kapan seorang kepala yang mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur dan ditetapkan sebagai pemenang pemilu harus mengundurkan diri. Apakah terhitung sejak ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih oleh KPU atau setelah mendapatkan SK sebagai gubernur dan wakil gubernur dari Presiden RI. ”Tugas KPU hanya sampai pada penetapan pasangan calon terpilih saja. Soal pelantikan pasangan calon terpilih, yang mengatur pemerintah,” jelasnya.

Dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2017, ungkap Syamsul, tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018 tidak mengatur pelaksanaan pelantikan pasangan calon terpilih. ”Soal pelantikan pasangan calon terpilih, KPU hanya sebatas koordinasi saja dengan pemerintah,” katanya.

Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 17 Tahun 2017, pendaftar pasangan calon akan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 10 Januari 2018. Sedangkan untuk penetapan pasangan calon akan dilakukan pada 12 Februari 2018 dan 13 Februari 2018, KPU akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon.

 

Sedangkan penetapan pasangan calon terpilih, dalam PKPU itu tidak disebutkan secara jelas. Dalam PKPU Nomor 1 tahun 2017 hanya menyebutkan, untuk penetapan pasangan calon tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) ke MK dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mencantumkan permohonan PHP dalam buku registrasi perkara.

Sementara untuk penetapan pasangan calon yang ada permohonan PHP dilakukan pale lambat tiga hari setelah penetapan putusan MK dibacakan. Untuk pengusulan pengesahan dan pengangkatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih tidak permohonan PHP tiga hari setelah penetapan pasangan terpilih dan tiga hari setelah  keluarnya putusan MK bagi yang ada permohonan PHP.

Untuk diketahui, pada Pilgub 2018, Anas dipastikan maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur. Pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

More banyuwangAi ...