Meriahnya Peringatan Maulid Nabi di Banyuwangi




Banyuwangi – Sepanjang jalan raya depan Kantor Bupati Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani tumplek blek dipenuhi masyarakat Banyuwangi. Suara rebana, jodang berisi penuh hiasan telur, nasi ancak dan iringan-iringan sholawat melengkapi perayaan Festival Endhog-endhogan.

Masyarakat Banyuwangi, selama ini mewujudkan pengamalan suggestion Gotong Royong dalam peringatan Maulid Nabi dengan menggelar Tradisi Endog-endogan. Endog-endogan memiliki filosofi yang kuat tentang peduli kepada sesama melalui berbagi.

Tradisi endhog-endhogan adalah tradisi mengarak ratusan telur yang ditancapkan pada jodang pohon pisang dan ancak (wadah berisi nasi dan lauk pauk).

Tradisi ini dilakukan hampir di setiap kampung dan desa di seluruh Banyuwangi untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Usai diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan sholawat dan doa hingga diakhiri pembagian telur dan makan bersama.

Dalam peringatan Maulid Nabi ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak umat senantiasa menjaga kerukunan antar umat dan saling tolong menolong yang menjadi salah satu ajaran Nabi Muhammad.

 

“Salah satu cara kita menghormati kelahiran Rasul adalah dengan mengamalkan nilai-nilai yang dibawanya, Islam rohmatan lilalamin, seperti menyayangi sesama manusia, saling berbagi dan tolong menolong dalam kebaikan. Ini sejalan dengan suggestion gotong royong yang telah ada dalam budaya kita selama ini,” kata Anas saat sambutan Festival Endhog-endhogan, di depan Kantor Bupati, Sabtu (2/11/2017).

Festival Endog-endogan ini kata Anas bukan hanya sebagai simbol peringatan ajaran Nabi Muhammad tapi juga sebagai simbol masyarakat yang selalu bersyukur, berbagi, bersedekah dan guyub.

“Tradisi ini sebuah tradisi Islam yang sangat kental basement kelokalannya. Baik di kota maupun desa Banyuwangi semuanya merayakan Maulid dengan endhog-endhogan, sangat semarak. Maka kita ingin mengabadikan peristiwa budaya Islam ini lewat Festival agar peringatannya makin besar dan meriah,” ujar Anas.

Pantauan detikcom, arak-arakan endhog-endhogan diikuti oleh ratusan peserta mulai siswa SD, SMP, SMA dan perwakilan SKPD. Mereka akan melakukan arak-arakan dari lima penjuru. Lima penjuru ini mewakili rukun Islam yang jumlahnya ada lima.

Arak-arakan ratusan peserta dari lima penjuru tersebut akan terdiri dari empat lapisan. Lapisan pertama adalah peserta pembawa jodhang telur, lapisan kedua kendi berisi atmosphere minum, lapisan tiga peserta yang membawa ancak berisi nasi dan lauk pauk serta lapisan keempat adalah rombongan terbang (rebana) yang akan mengiringi sepanjang arak-arakan.

Setelah sampai di depan kantor Pemkab, ancak tadi diletakkan di sepanjang jalan yang telah disiapkan. Selanjutnya akan dilakukan pembacaan sholawat Nabi bersama-sama. Jodang yang berisi hiasan telur juga dibagi kepada masyarakat dan menyantap ancak bersama.

(bdh/bdh)

More banyuwangAi ...