Meriahnya Festival di Banyuwangi, dari Kopi hingga Gandrung Sewu

TEMPO.CO, Banyuwangi – Selama Oktober ini, Banyuwangi Festival (B-Fest) menghadirkan sederet atraksi yang menarik. Mulai dari Festival Santri, Festival Kopi, hingga atraksi tari kolosal Gandrung Sewu yang akan digelar di Pantai Boom Marina.

Rangkaian B-Fest akan dimulai pada akhir pekan ini, Sabtu, 6 Oktober 2018 dengan bulletin Festival Kuntulan Caruk. Kuntulan atau hadrah kuntul merupakan kesenian asli Banyuwangi dengan jenis peralatan yang khas berupa alat musik ritmis, yang disebut terbang. “Kuntulan caruk artinya kuntulan yang akan saling bertemu (caruk) untuk bertanding antar grup. Jadi akan ramai. Acaranya di Gesibu (Gedung Seni Budaya),” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 5 Oktober 2018.

Di hari yang sama, Sabtu-Minggu (6-7 Oktober 2018), juga digelar Festival Perahu Hias yang menampilkan miniatur raksasa berbagai jenis kapal, mulai kapal perang, kapal pesiar yang panjangnya mencapai 20-30 meter. Kapal-kapal ini akan melintas di sepanjang Sungai Pekalen Sampean, Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo sejauh 1,7 kilometer pada malam hari.

Warga menikmati hidangan kopi dalam Festival Minum Kopi 10 Ribu Cangkir di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam 23 Nov 2014. TEMPO/Ika Ningtyas

Kemudian, pada 16-17 Oktober akan digelar Festival Kopi. Wisatawan yang ingin mendapatkan edukasi tentang pemrosesan kopi yang tepat bisa langsung bergabung dalam coffee estimate festival. “Selain menggelar beragam festival yang menghibur, Banyuwangi juga mengadakan kegiatan yang sarat edukasi, salah satunya coffee estimate festival ini. Kami datangkan para pakar kopi untuk memberikan edukasi kepada para pekebun kopi dan pelaku usaha kopi bagaimana menghasilkan produk kopi kualitas terbaik,” papar Bramuda.

Pada pekan ketiga Oktober, Gandrung Sewu akan digelar. Tari kolosal ini kembali akan dihelat di Pantai Marina Boom Banyuwangi. Atraksi seni yang masuk kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata RI, akan mengambil tema Layar Kumendung yang mengisahkan bupati pertama di Banyuwangi yang heroik melawan kolonial Belanda. “Ada 1.200 penari gandrung dari seluruh penjuru Banyuwangi menampilkan kisah tersebut. Mereka akan beraksi di pantai yang berlatarkan lanskap Pulau Bali. Ajang ini salah satu bulletin wisata yang pale banyak ditunggu wisatawan mancanegara maupun nusantara,” kata Bramuda.

Baca Juga: 

 

Taman Gandrung Terakota, Ikon Baru Pariwisata Banyuwangi

3 Tujuan Wisata Baru di Banyuwangi Ini Mulai Mencuri Perhatian 

Tari Gandrung sendiri telah ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Bukan Benda” oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013 . Bersamaan dengan Hari Santri Nasional pada pada 22 Oktober akan digelar puncak acara Festival Santri. Ada sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2018. “Akhir Oktober, ada students of tourism olympiad (29-31 Oktober) yang diikuti ribuan peserta dari kalangan pelajar SD-SMA, serta mahasiswa. Lewat event ini, kami ingin mengenalkan potensi-potensi pariwisata Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas. 

DAVID PRIYASIDHARTA

More banyuwangAi ...