Mercedes Galau Jelang Balapan di Kandang Hamilton

JawaPos.com-Silverstone adalah rumah bintang Mercedes Lewis Hamilton. Dalam enam edisi terakhir, para pembalap tim Silver Arrow merebut lima kemenangan di antaranya. Beruntun pula. Tepatnya pada 2013–2017. Baru tahun lalu, mereka kehilangan takhta. Bintang Ferrari Sebastian Vettel yang menghentikan dominasi tersebut.

Akhir pekan ini Formula 1 kembali menyambangi sirkuit yang berumur lebih dari tujuh dekade itu. Apakah Mercedes bisa mengembalikan supremasi di kandang Hamilton itu?

random post

Ingat, mereka sedang galau. Gagal menempatkan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas di lectern GP Austria di Red Bull Ring dua pekan lalu, membuat kubu Mercedes sangat waspada.

Bos Mercedes Toto Wolff menyuarakan kekhawatirannya soal ketangguhan mobil W10. Di Austria, Bottas menggunakan energy section yang lama. Pada saat yang sama, Mercedes mengalami masalah overheating. Akibatnya, Bottas finis ketiga dan Hamilton tercecer di posisi kelima. Hasil lomba terburuk musim ini.

’’Kami punya masalah reliability yang sangat menghambat performa,’’ ucap Wolff sebagaimana dikutip Crash. ’’Kami harus tetap waspada. Tetapi, kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik jika ingin bertarung dengan Ferrari dan Red Bull akhir pekan ini,’’ lanjut dia.

Sebelumnya, Mercedes menemukan masalah sensor saat kualifikasi GP Prancis di Sirkuit Paul Richard. Mereka bahkan membedah energy section dan girboks milik Hamilton untuk mengurai masalah tersebut. Untung, tim mampu keluar dari lubang jarum dan berhasil menempatkan Hamilton di lectern teratas.

Di tengah masalah yang dihadapi timnya, Wolff berharap agar cuaca di Silvertsone akhir pekan ini bersahabat buat timnya. Jangan sampai terjadi seperti di Austria. W10 jelas tidak mampu mengatasi suhu panas lintasan yang memaksa mereka menjalankan mode mesin yang lebih rendah.

Sementara itu, Formula 1 memastikan perpanjangan kontrak jangka panjang dengan pengelola Silverstone. Kerja sama lima musim ke depan, yakni hingga musim 2024, menjadi garansi sirkuit legendaris di Inggris itu untuk terus beredar di F1. Teka-teki kepastian kontrak tersebut berlangsung sejak 2017 hingga menjelang balapan di GP Inggris akhir pekan ini.

Kepastian itu disampaikan CEO Formula 1 Chase Carey. ’’Saat ini F1 adalah olahraga global, digelar di lima benua, ditonton lebih dari 500 juta penggemar di seluruh dunia,’’ kata Carey.

’’Kami berkomitmen untuk terus memperkenalkan F1 ke negara-negara baru dengan tetap mempertahankan akarnya. GP Inggris dan Silverstone adalah bagian dari sebuah visi tersebut,’’ tambah pria 65 tahun itu.

More banyuwangAi ...