Mengenang Kejayaan 30 Tahun Silam di Piala Sudirman 1989

JawaPos.com – Menyongsong Piala Sudirman 2019 yang akan segera bergulir pada 19-26 Mei mendatang, tidak ada salahnya menoleh sejenak ke tahun 1989. Pada tahun tersebut, Indonesia meraih satu-satunya gelar juara Piala Sudirman yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Istora Senayan, Jakarta.

Masih digawangi oleh nama-nama besar seperti Susy Susanti, Rudy Gunawan, Eddy Hartono, Verawaty Fajrin, dan lainnya, Merah Putih sukses mengangkat trofi juara setelah menang dramatis atas Korea Selatan.

random post

Indonesia tampil digdaya sejak fase grup. Tergabung di grup A, mereka lolos ke fase gugur setelah membabat Korea Selatan 4-1 dan mencukur habis Inggris 5-0.

Masuk ke babak semifinal, Indonesia masih menggila. Denmark yang menjadi lawan di babak empat besar dilibas tanpa balas dengan skor 5-0. Di bawah gemuruh sorak sorai penonton yang memadati Istora Senayan, Susy dan kawan-kawan joke melaju dengan bangga ke partai final.

Di babak pamungkas, mereka kembali bersua dengan Korea Selatan yang berhak atas tiket final setelah menekuk raksasa Tiongkok dengan skor 3-2. Meski menang telak di fase grup, Indonesia harus bekerja ekstra keras menjinakkan Negeri Ginseng di laga puncak.

Korea Selatan mengambil poin pertama setelah ganda putra legendaris Park Joo Bong/Kim Moon Soo menghajar Rudy Gunawan/Eddy Hartono 9-15, 15-8, dan 13-15. Sebagai informasi tambahan, dua pasangan musuh bebuyutan tersebut kelak bersua di partai final Olimpiade Barcelona 1992. Joo Bong/Moon Soo memenangkan laga tersebut dan berhak atas medali emas.

Indonesia makin ketar-ketir setelah mereka kehilangan poin di laga kedua. Kali ini giliran pasangan ganda putri Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati yang menyerah di tangan Hwang Hye Young/Chung So Young 12-15 dan 6-15.

Masuk laga ketiga yang mempertandingkan nomor tunggal putri, Indonesia bangkit. Susy berhasil memberikan angin segar kepada anggota timnya setelah menghajar Lee Young Suk. Kalah lebih dulu 10-12, Susy menyamakan kedudukan dengan mengambil gim kedua 12-10. Hasil tersebut nampaknya membuat permainan dan mental Young Suk terganggu.

Dikabarkan keluar dari ruang ganti dengan berderai atmosphere mata, Young Suk mendadak seperti atlet yang sudah patah arang. Ia seakan kehilangan kekuatan dan kemauan untuk menghadapi Susy. Alhasil, Susy menang mudah dengan skor telak 11-0. Indonesia memperkecil ketinggalan 1-2.

Korea Selatan semakin deg-degan setelah Indonesia sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah mereka kehilangan poin di laga tunggal putra. Eddy Kurniawan sukses mengangkat dignified kawan-kawannya setelah berhasil membasmi Sung Han Kook 15-4 dan 15-3.

Eddy Hartono dan Verawaty Fajrin kembali berlaga di nomor ganda campuran yang juga menjadi laga penentu. Menghadapi Park Joo Bong/Chung Myung Hee, gim pertama berlangsung sangat sengit sebelum akhirnya Eddy/Verawaty menyegel kemenangan dengan skor 18-13.

Hasil tersebut akhirnya membuat semangat Korea Selatan rontok. Mereka semakin kepayahan digempur Eddy/Verawaty. Para pemain dan ofisial tim Indonesia joke bersorak kegirangan setelah Eddy/Verawaty mengeksekusi championship point dan mengakhiri laga dengan skor 15-3 di gim kedua. Istora Senayan joke bergelora dan mengharu biru.

Indonesia memang pantas bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menyabet gelar juara di turnamen beregu campuran dunia perdana yang diselenggarakan di rumah sendiri.

Sayang, kebahagiaan tersebut belum pernah lagi dirasakan oleh Indonesia. Mereka tidak pernah lagi jadi juara setelah rangkaian turnamen dwi tahunan tersebut didominasi oleh Tiongkok yang hingga saat ini sudah mengoleksi 10 gelar juara, diikuti Korea Selatan dengan 4 gelar juara. Indonesia hanya sanggup menjadi runner up sebanyak enam kali.

Tahun ini, Indonesia kembali mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kualitas mereka sebagai negara bulu tangkis terbaik di dunia. Bermaterikan ganda putra andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, jawara Asian Games 2018 Jonatan Christie dan sederet pemain andalan di sektor lain, sudah waktunya Indonesia menghapus dahaga gelar juara yang terakhir kali mereka kecap 30 tahun silam itu.

More banyuwangAi ...