Menang Melalui Game Menegangkan, Kevin Sanjaya: Saya Sangat Menikmati

JawaPos.com-Sepanjang 2019, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sudah mampu menembus delapan kali final.

Tujuh di antaranya terjadi pada ajang BWF Tour. Sedangkan satu lagi adalah Kejuaraan Asia. Dari tujuh final sebelumnya, Marcus/Kevin enam kali menjadi kampiun.

random post

Satu-satunya kekalahan terjadi pada Kejuaraan Asia 2019.

Final kedelapan Marcus/Kevin tahun ini terjadi pada French Open. Pada semifinal di Stade Pierre de Coubertin, Paris tadi malam, Minions mengalahkan ganda Taiwan Liao Min-chun/Su Ching-heng dalam dua game yang berakhir dengan skor 21-18, 23-21.  Marcus/Kevin menyelesaikan laga dalam dash 43 menit.

Meski menang dalam dua game langsung, Marcus/Kevin sama sekali tidak mudah dalam memetik kemenangan. Beberapa kali mereka harus menjalani game ketat dengan skor yang sangat rapat.

“Su Ching-heng adalah teman saya, selalu menyenangkan bermain dengan dia. Saya juga sangat menikmati pertandingan hari ini,” kata Kevin dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Laga menegangkan terjadi pada game kedua. Sempat unggul 18-14, Marcus/Kevin malah tertinggal menjadi 19-20. Pertandingan berubah menegangkan ketika mereka harus terlibat dua kali setting point. Untung saja, ganda nomor satu dunia itu bisa menang 23-21.

’’Hari ini lawan bermain bagus. Blok depan dan netting mereka bagus, drive mereka juga bagus,’’ kata Marcus.

’’Mereka tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi cukup susah buat kami untuk memenangkan pertandingan. Di poin-poin akhir, bisa dibilang kami cukup beruntung. Ini adalah berkat Tuhan juga,” imbuh pemain 28 tahun tersebut.

Selanjutnya, pada babak final malam ini, Marcus/Kevin akan menghadapi pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Pada semifinal kemarin, ganda putra yang dilatih legenda Indonesia Flandy Limpele tersebut mengalahkan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam dua game langsung 21-11, 25-23.

Marcus/Kevin berharap pencapaiannya tahun ini bisa lebih baik. Pada French Open 2018, mereka menjadi runner-up. Meraka dikalahkan ganda Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong dalam tiga game yang berakhir 21-23, 21-8, dan 17-21.

Melawan Rankireddy/Shetty, Marcus/Kevin memiliki rekor yang sangat mentereng yakni 6-0. Pada tahun ini, kedua pasangan baru bertemu sekali. Tepatnya pada babak kedua Indonesia Open. Saat itu Marcus/Kevin menang dengan skor sanggat nyaman yang berakhir 21-15, 21-14.

Namun, Rankireddy/Shetty tetap harus diwaspadai. Pasangan ranking 11 dunia itu meningkat sangat pesat tahun ini. Memiliki fisik yang prima dan power yang besar, mereka sempat meraih satu gelar BWF Tour pada Thailand Open. Satu piala lagi mereka raih pada ajang Brazil International Challenge 2019.

”Namun, kami selalu mencoba yang terbaik di setiap pertandingan. Besok kami harap kami bisa menang,” ucap Kevin.

More banyuwangAi ...