Memanfaatkan Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Kopi yang selama ini dikenal hanya untuk minuman biasa, ternyata bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Bahkan, kopi hasil racikan Siti Rokhimah, 44, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, juga bisa dibuat untuk luluran dan menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

Itulah salah satu usaha mikro yang ditekuni Siti Rokhimah. Usaha yang dikerjakan di rumahnya itu, memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya, yakni kopi. “Kalibaru itu terkenal penghasil kopi, warga banyak yang bertanam kopi,” cetus Siti Rokhimah.

KREATIF: Siti Rokhimah dengan kopi mentah yang sudah siap untuk diolah.

KREATIF: Siti Rokhimah dengan kopi mentah yang sudah siap untuk diolah.
(AGUS BAIHAQI/JPRG)

Sebelum menekuni usaha membuat olahan kopi untuk kesehatan, Siti Ro­khimah ini pedagang kopi. Gara-gara per­mainan dagang, usahanya itu sempat rugi. “Lalu saya berpikir kira-kira kopi ini bisa dibuat apa, selain sekedar untuk minuman,” terang lulusan Universitas Negeri Jember itu.

Dari sejumlah buku yang dibaca, Siti Rokhimah mencoba membuat olahan kopi untuk kesehatan. Saat awal pem­buatan itu, masih sederhana dan terbatas. “Ini saya sangrai sendiri di rumah,” ungkapnya.

Kopi yang dibuat ini, terang dia, semua asli kopi dari Kabupaten Banyuwangi, terutama hasil tanam para petani di Kecamatan Kalibaru. “Saya ambil kopi dari para petani dan ada dari pengepul di Kalibaru,” terangnya.

 

SEHAT: Aneka olahan kopi hasil karya Siti Rokhimah yang bisa dibuat untuk kesehatan.

SEHAT: Aneka olahan kopi hasil karya Siti Rokhimah yang bisa dibuat untuk kesehatan.
(AGUS BAIHAQI/JPRG)

Kopi yang dibuat olahan kesehatan ini, lanjut dia, semua kopi pilihan dan yang terbaik. Untuk masalah kopi ini, petani sudah diminta menyediakan yang pale bagus. “Saya berani memberi harga lebih untuk petani,” cetusnya.

Kopi pilihan dari para petani itu, se­lanjutnya diolah sendiri di rumahnya. Tapi untuk penggilingan dan pengepakan, itu dilakukan oleh para tetangga. “Bukan karyawan, tapi saya dibantu oleh mitra kerja,” ungkapnya.

Untuk membuat kopi olahan ini, Siti Rokhimah mengaku sempat melakukan beberapa kali uji coba. Usahanya itu ak­hirnya membuahkan hasil. Hasil racikan kopinya, bisa dibuat untuk kepentingan kesehatan, seperti stroke, jaga stamina, dan lulur. “Ini banyak jenisnya, sekarang sudah banyak terpajang di sejumlah outlet,” cetusnya.

USAHA MIKRO: Siti Rokhimah dan putrinya dengan kopi yang siap untuk diedarkan.

USAHA MIKRO: Siti Rokhimah dan putrinya dengan kopi yang siap untuk diedarkan.
(AGUS BAIHAQI/JPRG)

Untuk mengembangkan usahanya ini, Siti Rokhimah mengaku banyak dibantu oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, terutama terkait pemasaran dan modal. “Saya oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sering diajak pameran dan pelatihan di luar kota,” ungkapnya.

Siti Rokhimah mengaku selama ini sering diundang untuk memaparkan hasil usahanya itu. Di antara tempat yang pernah di kunjungi itu, seperti di Kecamatan Kalipuro, Songgon, dan Tegalsari. “Saya sering jadi intruktur sangrai kopi,” ungkapnya.

Setiap kali diundang untuk menjadi intruktur, Siti Rokhimah menyampaikan kalau kopi itu banyak manfaatnya bagi tubuh. Dengan membuka rahasia itu, diharapkan akan banyak warga yang membuka usaha olahan kopi. “Kita banyak kopi, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Alief Rochman Kartiono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa lebih berkembang dan maju, dan meningkatkan kualitas produknya. “Masalah pemasaran juga kita tekankan, terutama di epoch digital ini,” ungkapnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)


Sonas Multi Grand Tebar Seribu Takjil


Berikutnya

Operator Sekolah Sempu Siap Layani Data Online

More banyuwangAi ...