Melihat Kesigapan Pemkab Banyuwangi Atasi Warga Miskin yang Sakit





Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memantau kesigapan Dinas Kesehatan Banyuwangi menangani kasus masyarakat yang sakit parah. Tak hanya mendapatkan laporan, Bupati Anas terjun langsung melihat kondisi di lapangan.

Salah satunya adalah saat Bupati Anas menjenguk Sulastri (35), warga Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, yang dikabarkan mengidap kanker payudara akut. Di temani suami Sulastri, Atwi (51), Bupati Anas membujuk Sulastri untuk dirujuk ke rumah sakit.

“Bu Sulastri menolak untuk dirujuk ke rumah sakit. Pihak keluarga tidak tega saat melihat Bu Sulastri kesakitan kalau harus dipindah dari tempatnya. Sekujur tubuhnya merasa kesakitan saat digerakkan,” ungkap Anas, Sabtu (21/1/2017).

Melihat kondisi yang demikian, Bupati Anas memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Banyuwangi dan pihak Kecamatan Banyuwangi untuk melakukan pedampingan penuh.

“Selambatnya, tiap tiga hari sekali harus diperiksa kondisinya. Kebutuhan nutrisinya dan bantuan oksigen untuk pernapasannya bisa dicukupi,” jelasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas temua warga pengidap kanker payudaraBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas temua warga pengidap kanker payudara Foto: Ivant Alfandi/detikcom

Sebenarnya, sebelum kunjungan Bupati Anas ke rumahnya, Sulastri telah mendapatkan perawatan dari Pemkab Banyuwangi. Ia teridentifikasi mengidap kanker payudara pada awal 2016. Saat itu, pihak Puskesmas Kertosari yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan kesehatan di daerah Karangrejo segera melakukan tindakan.

 

Semua proses administrasi Sulastri untuk mendapatkan jasa kesehatan gratis segera diurus. Kemudian, Sulastri mendapatkan pengobatan kemoterapi sebelum melakukan operasi. Sempat empat kali dari enam kali yang disarankan, Sulastri melakukan kemoterapi di salah satu rumah sakit di Jember.

Setelah melakukan kemoterapi, Sulastri tampak sehat dan dapat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Hingga tanpa disadari, ia hamil. Dalam proses kehamilannya, pihak Puskesmas Kertosari aktif mendampinginya. Melalui posyandu, Sulastri rutin memeriksa kandungannya tersebut.

Ketika waktu melahirkan, oleh Puskesmas Kertosari, Sulastri dirujuk ke RSUD Blambangan. Ia melahirkan dengan kondisi normal. Namun, bayinya yang diberi nama Muhammad Alfatih Yandra itu, memiliki bobot minimal.

“Hal ini, mungkin karena ibunya mengalami sakit, sehingga asupan gizi pada bayinya tidak maksimal,” terang Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas temua warga pengidap kanker payudaraBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas temua warga pengidap kanker payudara Foto: Ivant Alfandi/detikcom

Kasus Sulastri merupakan satu dari sekian kasus kesehatan yang dialami warga miskin yang mendapatkan perhatian dari Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas menggalakkan pelayanan terhadap warga secara cepat. Ia memiliki Standard operational complement (SOP) tersendiri untuk merespons setiap aduan warga, terutama tentang warga miskin yang sakit.

“SOP-nya 4 jam semua laporan harus segera ditangani,” ungkap Anas.

Laporan dari warga tersebut bisa melalui aduan langsung, lewat media sosial maupun SMS center. Laporan itu, lantas didistribusikan ke instansi yang terkait. Seperti pihak kecamatan maupun puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun, ujar Anas, Pemkab Banyuwangi saat ini tidak hanya menunggu laporan dari warga. Ia bekerja sama dengan semua kepala desa se-Banyuwangi untuk tiap saat melakukan pengecekan kepada warganya yang menderita sakit untuk segera mendapatkan pelayanan.

“Kita tambah dana send ke desa sebesar Rp 10 miliar. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah desa untuk tidak memberikan pelayanan kepada warganya yang miskin dan sakit,” terangnya.

Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi.

“Kadang pihak keluarga libur kerja karena menunggui yang sakit. Tentu, pemerintah sulit untuk memenuhi kebutuhan makan dan transportasi ini. Pertanggungjawaban administratifnya yang sulit. Maka, kami menggandeng Baznas untuk bisa mengcover bantuan yang demikian,” papar Anas.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga bekerja sama dengan rumah sakit di seluruh Banyuwangi untuk pengobatan bagi warga miskin yang sakit.

(idh/idh)

More banyuwangAi ...