Melihat Keseriusan Bocah Banyuwangi Membatik

Liputan6.com, Banyuwangi – Sebanyak 1.000 pelajar SD dan SMP mengikuti Festival Canting Sewu di Banyuwangi, Jumat (16/11/2018). Ribuan pelajar itu bersama-sama mencanting lilin ke atas kain hingga membentuk rangkaian design yang indah. Festival itu digelar di lapangan Desa Tampo, Kecamatan Cluring.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ribuan pelajar. Apresiasi ini layak diberikan karena mereka telah menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kekayaan leluhur bangsa Indonesia.

“Mereka terlihat asyik dan gembira, tangan mereka juga sudah terlihat terbiasa mencanting. Ini menunjukkan mereka sudah terbiasa dengan aktivitas mencanting,” kata Anas.

Tangan-tangan mungil peserta terlihat lihai saat menorehkan cairan lilin mengikuti pola design lokal batik Banyuwangi yang tergambar di kain. Mereka terlihat tekun saat melakukan gerakan mencanting. Mengambil canting, meniupnya, hingga mengusapkan lilin mengikuti motif.

Anas menambahkan, Desa Tampo merupakan salah satu sentra batik. Di desa ini terdapat sekitar 150 pekerja batik yang tertampung di enam UMKM batik.

Dan sekolah yang ada di sekitar Desa Tampo juga memasukkan batik dalam kurikulumnya, bagian dari pelajaran seni, budaya, dan ketrampilan (SBK). Seperti di SDN 2 Tampo, tiap siswa dari kelas 4-6 SD mengikuti pelajaran membatik tiap pekan.

“Desa Tampo telah menjalankan apa yang Presiden Jokowi instruksikan agar sekolah memfasilitasi lahirnya generasi kreatif sesuai potensinya. Festival dan sekolah menjadi bagian meregenerasi pembatik. Saya optimis perkembangan batik setelah melihat antusiasme dari pelajar tentang batik,” imbuh Anas.

 

More banyuwangAi ...