Masih Banyak Pungutan Penerima Bansos Rastra

Setiap warga mendapatkan sepuluh kilogram beras Di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus misalnya. Zaina, salah satu warga mengaku dimintai uang sebesar Rp.2.000. Tiaptiap penerima hanya dijatah 2,5 kilogram. “Sepuluh kilogram dibagikan kepada empat orang,” katanya.

Pungutan juga ditemukan di Desa/Kecamatan Besuki. Maimuna, warga setempat mengatakan, dirinya diminta uang sebesar Rp.1.000. Beras yang diterima warga juga tidak utuh. Masyarakat miskin mendapatkan tujuh kilogram rastra.

Hal senada diakui Muhasim. Dia membenarkan kalau harus merogoh kocek sebesar Rp.1000 untuk mendapatkan rastra di Desa Besuki. “Saya juga dapat tujuh kilogram,” katanya.

Demikian juga di Desa Selomukti, Kecamatan  Mlandingan. Dari pengakuan beberapa warga, penerima manfaat mendapatkan Rp.3 kilgoram dengan biaya Rp.1000. Keterangan ini disampaikan Bu Madi, salah satu warga.   

Didik Martono, salah satu aktivis LSM di Situbondo mengaku, dari pengecekan yang dila kukan ke beberapa desa, memang banyak yang memungut biaya untuk pengambilan rastra. Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk mengeceknya. “Dalam juknisnya sudah jelas digratiskan. Karena itu, penarikan biaya kepada masyarakat masuk pungutan liar. Kasian masyarakat miskin kalau semuanya dikenakan biaya,” ujarnya.   

Sugiyono, asisten II Pemkab Situbondo mengatakan, tidak dibenarkan ada pungutan pro gram bansos rastra dalam bentuk apapun. “Harus sampai utuh sebanyak 10 kilogram dan gratis,” katanya.

Dia menerangkan, jika dalam kenyataannya ada pungutan biaya, itu jelas menyalahi aturan dan melanggar ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. “Ketentuannya haris digratiskan kepada semua penerima manfaat,” katanya.

 

Dia mengaku, pihaknya belum mendapatkan informasi adanya pungutan. Karena itu, jika ada polisian langsung melakukan kordinasi kepada BPBD dan puskesmas setempat untuk mengadakan pengasapan.

“Setelah kordinasi dengan Kepala Desa, BPBD, dan puskesmas, akhirnya langsung dilakukan pengasapan. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran ulat bulu,” terang Liskurahman. (cw1/pri)

(bw/mls/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Mabuk, Dihukum Lari dan Push UpMabuk, Dihukum Lari dan Push Up         Warga yang resah melaporkan peristiwa itu kepada satuan linmas. Bersama-sama warga, kelima pemuda itu langsung diringkus warga dan diamankan ke kantor desa. ”Mereka saya […]
  • Bocah Tuna Wicara Bobol Kotak AmalBocah Tuna Wicara Bobol Kotak Amal RO itu oleh warga selanjutnya dibawa ke rumah kepala desa. Dan saat itu, warga banyak yang berdatangan untuk melihat anak kecil yang tertangkap mencuri kotak amal itu. “Saya bawa ke rumah […]
  • Tiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir MuncarTiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir Muncar Keiga rumah milik warga yang ikut terendam itu adalah milik Imam Wahidi, 39; Andik, 37, dan Sunyono, 63. Dari ketiga rumah itu, yang paling parah milik Sunyono. Sebab, di bagian dapur […]