Marina Boom Banyuwangi Akan Terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa

SURABAYA, KOMPAS.com – Kunjungan kapal pesiar di lingkungan kerja PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.

Melihat potensi ini, Pelindo III melalui section usahanya PT Pelindo Properti Indonesia tengah memulai pengembangan kawasan Boom Marina Banyuwangi, sebagai dermaga terintegrasi untuk yacht (kapal layar ringan).

Pengembangan jetty di Pantai Boom Banyuwangi tersebut akan terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa di Bali dan Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Bahkan, ke depan akan dihubungkan ke lokasi lain yang potensial, seperti Karimunjawa, Lombok, dan Tenau Kupang.

Sedangkan Pengembangan Marina di Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo tersebut ditargetkan tuntas dan sudah beroperasi pada 2017.

”Kami yakin proyek pengembangan wisata ini bisa menarik wisatawan datang ke Indonesia,” kata Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia Prasetyo, seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/2/2016).

Pengembangan juga akan dilaksanakan di Gili Mas, Lombok, yang terintegrasi dengan rencana pengembangan Lembar New Port Pelindo III, kemudian Mandalika Resort, Lombok, menggandeng PT ITDC (dahulu PT BTDC), Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Alor, Nusa Tenggara Timur.

Pelindo juga berencana berkerja sama dengan jetty yang telah ada, di antaranya Raffles Marina, Singapura (RMS) dan Fremantle Sailing Club, Australia (FSC).

 

”Kerja sama tersebut berupa dukungan terhadap perencanaan dan pengembangan Marina dan pembelajaran bisnis serta operasional marina. Rencana kami, beberapa staf PT PPI akan magang selama beberapa hari di beberapa marina, baik di RMS maupun FSC,” ujar Prasetyo.

“Pengembangan infrastruktur wisata bahari yang terintegrasi akan mengoptimalkan potensi rute pelayaran di Indonesia. Tidak hanya distinction bagi pengelola namun juga memantik pengembangan kawasan dan kreativitas warga, sehingga memiliki economic value untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,” ungkap Djarwo Surjanto,  Direktur Utama Pelindo III dalam beberapa kesempatan lalu.  

Meski demikian, Pelindo III berencana akan terus melakukan pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali, meski hingga saat ini masih terganjal perijinan dari pihak Pemerintah Kota Denpasar.

Kunci sukses pengembangan industri wisata kapal pesiar di Indonesia dipandang tergantung pada Pelabuhan Benoa. Jika Pelabuhan Benoa bisa menerima kunjungan kapal pesiar dengan jenis turn around port, maka jumlah turis asing akan meningkat.

Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing yang berlibur ke Bali dengan menggunakan kapal pesiar. Dia menjelaskan, Bali masih sebatas menjadi destinasi. Pelabuhan menjadi pusat kapal pesiar (turn around journey port). Artinya, para turis akan memulai perjalanannya dari Bali, kemudian ke sejumlah tujuan lainnya. (*)

More banyuwangAi ...