Makin Diminati, Dispora Kembangkan Coaching Clinic

BANYUWANGI – Program coaching hospital yang digagas Dispora Banyuwangi selama satu tahun terakhir dianggap cukup membuahkan hasil. Dirancang untuk bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, coaching hospital yang berisi pelatihan dan permainan beberapa cabang olahraga ini mengalami peningkatan jumlah peminat hingga akhir 2017.

Kepala Dispora Banyuwangi Wawan Yadmadi melalui Kasi Pembinaan Prestasi Olahraga Ahmad Yani mengatakan, ada sekitar enam cabang olahraga yang masuk dalam module coaching hospital yang di-handle oleh dispora. Di antaranya atletik, bola voli, sepak bola, basket, senam, dan panahan. Keenam cabor itu dibagi di dua tempat yaitu RTH Taman Blambangan dan RTH Maron, Genteng.

random post

Khusus panahan, sementara ini baru dilaksanakan di Genteng karena menyesuaikan ketersediaan sarana dan instruktur penunjang. ”Program coaching hospital ini digagas mulai tahun 2016. Arahnya memang digunakan untuk memancing masyarakat menyukai olahraga. Mereka diperkenalkan lalu diajari teknik dasar dan pemain. Setelah mulai serius nanti muaranya mereka bisa memperdalam ke cabor,” terang Yani.

Terkait peningkatan, Yani mencontohkan beberapa cabor dilihatnya semakin banyak peminat. Mulai dari bola voli yang tahun sebelumnya hanya diikuti 40-an peminat, kini sudah mencapai 60-an orang setiap akhir pekan. Begitu pula sepak bola yang mencapai 70-an orang . ”Dari coaching hospital ini kita beberapa kali melihat ada yang kemudian fokus ke cabornya dan bergabung dengan cabor. ada tiga atlet voli POR SD juga yang ditelurkan di sini,” imbuhnya.

Dari Dispora sendiri, Yani mengatakan ada sekitar lima belas instruktur untuk mendukung perkembangan coaching hospital keenam cabor yang ada di RTH Genteng dan Taman Blambangan. Mereka juga disuplai perangkat penunjang seperti bola dan alat peraga olahraga lainnya.

”Sebenarnya ada beberapa cabor lain juga yang masuk di bulletin automobile giveaway day dan coaching clinic, seperti sepatu roda, karate, dan silat. Cuma sementara sifatnya masih pemberian kesempatan berlatih saja, jadi belum ada instruktur khusus untuk memberikan materi kepada masyarakat umum,” jelas mantan Lurah Bulusan itu.

Melihat perkembangan module itu, Yani berharap coaching hospital bisa semakin dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat pada tahun 2018 nanti. Meski belum membidik cabor baru, namun Dispora menurutnya mencoba menjajaki peluang membuka lokasi baru untuk coaching hospital supaya bisa semakin memperluas masyarakat yang mencintai dan berminat kepada olahraga.

”Yang kita sayangkan kadang malah sekolah yang ada di sekitar RTH belum bisa memanfaatkan peluang ini, padahal kita selalu menginformasikan, kita harap nanti ke depan bisa semakin dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

More banyuwangAi ...

  • 36 Cabor Disiapkan Hadapi Porprov 201936 Cabor Disiapkan Hadapi Porprov 2019 JawaPos.com – Hasil rapat koordinasi persiapan Porprov Jatim 2019 memutuskan tidak adanya pertandingan eksibisi. Banyuwangi dipastikan akan mengirimkan 36 cabang olahraga (cabor)-nya […]
  • Anggaran Terbatas, Cabor Porwil DibatasiAnggaran Terbatas, Cabor Porwil Dibatasi JawaPos.com – Ini kebijakan baru dari Dispora Provinsi Jawa Timur. Bahwa, pelaksanaan Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR-SD) yang awalnya menjadi event dua tahunan, kini diubah menjadi […]
  • Semua Cabor Dipastikan MainSemua Cabor Dipastikan Main Untuk Pengkab/Pengkot Dayung sendiri di Jatim menurutnya ada sekitar 13 cabang. Dan masih ada kemungkinan berkembang lagi. Sehingga pertandingan cabor dayung menurutnya di Porprov Jatim […]