Mahasiswa harus kreatif, jangan bercita-cita jadi pegawai

Merdeka.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberi motivasi tentang inovasi dan kreativitas kepada ratusan mahasiswa Kabupaten dan Kota Mojokerto di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Anwar, Senin (17/4). Anas membagi pengalaman menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di daerahnya.

“Inovasi dan kreativitas adalah satu kesatuan. Inovasi membutuhkan kreativitas. Kreativitas itu berarti tidak menyerah pada keadaan. Tidak mengeluh. Dalam kondisi yang terbatas, bagaimana bisa survive, itulah kreativitas yang nantinya melahirkan inovasi,” kata Anas.

Bupati muda itu mengatakan, di lingkungan pemerintahan, inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci untuk meningkatkan pelayanan publik. ”Sekarang sudah bisa lagi pelayanan publik yang biasa-biasa saja. Semua dituntut cepat. Maka kita perlu sikap inovatif dan kreatif. Begitu juga mahasiswa, kalau tidak inovatif dan tidak kreatif, pasti akan kalah dengan mahasiswa lain. Apalagi sekarang epoch kompetisi global,” ujar Anas.

Anas lalu mencontohkan sejumlah inovasi yang lahir di Banyuwangi. Di antaranya kebijakan pariwisata yang membawa Banyuwangi menjadi juara dunia inovasi kebijakan tingkat dunia dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) pada 2016 mengalahkan negara-negara lain di dunia. Lalu ada inovasi kebijakan ”Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akta” di mana bayi bisa langsung mendapat akte kelahiran tanpa menunggu banyak waktu.

“Karena saya memberi kepercayaan dan kebebasan kepada seluruh jajaran, sekarang semua berlomba berinovasi. Antar-Puskesmas berlomba, mulai dari module gizi anak, sanitasi, sampai menekan angka kematian ibu/bayi. Antar-desa berlomba, dari percepatan layanan berbasis TI hingga jam layanan sampai malam hari. Antar-kecamatan bersaing, dari layanan jemput bola sampai menyinergikan zakat dengan pengentasan kemiskinan,” papar Anas.

“Bahkan, tiga inovasi Banyuwangi joke dipilih Kementerian PAN-RB untuk diikutkan di ajang internasional United Nations Public Service Award 2017 oleh PBB,” imbuh Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga memotivasi para mahasiswa untuk berani terjun berwirausaha, jangan hanya bercita-cita menjadi pegawai atau PNS. “Saatnya berani terjun berbisnis, membuka lapangan pekerjaan. Dengan membuka usaha, para mahasiswa ikut membantu negara ini untuk terus maju,” ujarnya.

Menurut Anas, mengharap menjadi pegawai saat ini sudah kurang relevan, karena investasi dunia usaha semakin padat teknologi. “Dulu investasi Rp 100 miliar bisa menyerap 500 karyawan, sekarang mungkin hanya 50 orang karena semua sudah serba otomatis menggunakan mesin. Maka pilihan bagi kaum muda saat ini adalah membangun suggestion kewirausahaan, berani terjun, berani gagal lalu bangkit lagi,” kata Anas.

Sementara itu, Ketua STIE Al Anwar Mojokerto Prof Choirul Bashor mengatakan, pihaknya mengundang Bupati Anas agar bisa menginspirasi para mahasiswa, sehingga bisa lebih inovatif dan kreatif dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. “Kami melihat Pak Anas menaruh perhatian pada inovasi dan kreativitas, sehingga di tengah keterbatasan, daerahnya bisa terus berkembang maju,” ujarnya.

More banyuwangAi ...