Lereng Gunung Raung Kembali Longsor

Dari keterangan warganya yang naik ke Gunung Raung, terang dia, daerah yang longsor itu di dalam hutan dengan ketinggian 2100 Mdp. Lokasi itu perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. “Yang kena imbas warga di Ba­nyuwangi,” katanya.

Meski sudah diketahui longsor, tapi kades yang biasa disapa Toni itu mengaku belum tahu penyebab longsornya lereng Gunung Raung itu. “Tim peneliti pekan depan akan turun untuk melakukan pene­litian,” cetus mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Untuk lereng Gunung Raung yang longsor itu, Toni mengaku sudah melaporkan ke Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. “Kita juga terus mengabarkan perkembangannya,” ungkapnya.

Ketua BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana melalui Kabid Kedaulatan dan Logistik, Eka Muharam me­ngatakan, longsor di lerang Gunung Raung yang mengakibatkan aliran sungai Badeng keruh, itu bukan dari aktivitas vulkanik Gunung Raung. Sebab, daerah yang longsor itu diperkirakan di dae­rah lereng Gunung Pendil yang berlokasi di per­batasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. “Ini murni karena longsor,” katanya.

Mengenai penyebab longsor, Eka menduga akibat hujan selama musim hujan 2017 sampai 2018 dengan intensitasnya cukup tinggi di atas norma. Se­hingga, itu menimbulkan gerakan tanah di lereng Gunung Pendil. “Ada gerakan tanah yang tidak kuat menahan derasnya atmosphere sungai,” cetusnya.

Untuk mengetahui penyebab, dampak, dan upaya penanggulangan yang efektif, jelas dia, itu perlu tenaga ahli yang melakukan pe­nelitian dan pengkajian. B”PBD telah ber­koordinasi dengan PVMBG Bandung dan me­nyampaikan permohonan diadakan pe­nelitian dan pengkajian, kemungkinan pekan depan ada tim yang akan datang ke Ba­nyu­wangi,” ungkapnya.

Diharapkan hasil penelitian dan pengkajian PVMBG itu, akan memberi rekomendasi pe­nanganan longsor demi pengurangan resiko bencana. “Kita harapkan bisa mene­mukan titik terang dan solusi untuk bencana ini,” jelasnya.

 

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, lereng Gunung Raung di wilayah Desa Sum­berarum, Kecamatan Songgon longsor. Bahkan, longsor itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Setiap turun hujan, lereng gunung terus terkikis dengan banyaknya pohon yang tumbang.

Gara-gara lereng gunung yang longsor, aliran sungai Badeng di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, sejak dua bulan lalu airnya keruh. Sampai saat ini, masih belum ada penang­gulangan. “Air sungai Badeng keruh, memang dikeluhkan warga,” cetus Kades Sumberarum, Kecamatan Songgon, Ali Nurfatoni.

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Benahi Rumah dengan Dana PribadiBenahi Rumah dengan Dana Pribadi Bukan hanya itu, lanjut dia, untuk membenahi bagian dapur itu menggu­nakan peralatan sedanya, tanpa ada tukang bangunan. “Kalau tidak saya lakukan sendiri, dana dari mana,” ung­kapnya […]
  • Tiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir MuncarTiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir Muncar Keiga rumah milik warga yang ikut terendam itu adalah milik Imam Wahidi, 39; Andik, 37, dan Sunyono, 63. Dari ketiga rumah itu, yang paling parah milik Sunyono. Sebab, di bagian dapur […]
  • Mbah Temon Akhirnya DievakuasiMbah Temon Akhirnya Dievakuasi “Airnya tetap belum surut, saya masih tinggal di rumah saudara,” katanya. Mbah Temon pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan kamar dan tempat tidurnya seka­rang lebih nyaman disbanding […]