Lempar Koin Keberuntungan di Kuil Buddha Tidur

Seperti umumnya hotel, Hotel Miramar di Thailand, tempat menginap setelah pindah dari Novotel, menyediakan makan pagi. Menu masakannya beragam. Khusus muslim dan nonmuslim sudah diberi tanda, baik dengan tulisan berbahasa Inggris maupun berupa gambar.

ALI SODIQIN, Bangkok

Berbagai menu masakan, seperti nasi goreng, kwektoy, kare ayam, telur setengah matang, semur daging, mi ayam, mi ramen, dan soto ayam, tersedia di grill Hotel Miramar. Minuman yang tersedia adalah extract jeruk, susu sari kedelai, dan atmosphere putih dingin.

Kenyang, tempat berikutnya yang menarik dikunjungi adalah Wat Pho, Wat Arun, Honey Bee Shop, dan pasar terapung yang terkenal itu.

Di dalam mobil, Chalermwat, sang guide, menjelaskan lokasi atau tempat yang ada di kanan dan kiri jalan selama perjalanan menuju lokasi wisata yang pertama, Wat Pho. Lantaran ejaan nama Chalermwat susah, saya panggil dia dengan nama Charly saja. Selain lebih enak didengar, kami juga lebih mudah mengucapkan. Rupanya dia tidak keberatan disapa Charly, meski tidak ada selamatan jenang abang.

Bagian kepala patung Buddha tidur di Kuil Wat Pho. Tingginya sekitar 15 meter.

Bagian kepala patung Buddha tidur di Kuil Wat Pho. Tingginya sekitar 15 meter.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

 

Charly menjelaskan, Wat Pho berarti Buddha Bersandar. Ada yang menyebutnya Reclining Buddha, Buddha Tidur, atau Sleeping Buddha. Wat adalah kuil, dan pho adalah nama pohon. “Jadi kuil ini berdiri dengan pohon pho di sana,” kata Charly sambil menunjukkan lokasi pohon pho.

Sebelum masuk Kuil Wat Pho yang buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 itu, setiap pengunjung diwajibkan melepas sepatu dan alas kaki. Sebab, tempat ini adalah tempat ibadah dan juga menjadi tempat sembahyang. Selain itu, pengunjung tidak boleh berisik. Ketika kami masuk kuil, pengunjung langsung disambut Patung Buddha bersandar yang sangat besar dan berkilau keemasan. “Panjang patung ini sekitar 46 scale dan tinggi 15 meter,” jelas Charly.

Menurut Charly, kaki Sang Buddha ini panjangnya 5 meter, terlihat indah karena dihiasi mutiara yang menonjolkan karakteristik Sang Buddha. Ada banyak simbol-simbol yang melambangkan ajaran positif yang membantu memimpin Buddha menuju kesempurnaan. “Di sini para pengunjung diwajibkan berpakaian sopan dan rapi. Karena kawasan Kuil Wat Pho merupakan tempat suci dan dihormati,” jelasnya.

Salah satu pemandangan di dalam kuil kawasan Wat Pho, Bangkok.

Salah satu pemandangan di dalam kuil kawasan Wat Pho, Bangkok.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Saat menyusuri lorong pintu di bagian akhir ujung Kuil Wat Pho, tampak seorang petugas yang menyediakan satu mangkuk uang koin kecil-kecil yang sepertinya terbuat dari kuningan.

Charly menjelaskan, uang koin itu akan dimasukkan ke dalam 108 mangkuk perunggu itu sebagai sebuah peruntungan. Dengan menjatuhkan uang koin tersebut ke dalam mangkuk perunggu, bila menghasilkan suara dering yang bagus, konon, keinginan kita akan jadi kenyataan. “Jika tidak menjadi kenyataan, biarkan uang itu membantu para biarawan merenovasi dan melestarikan Wat Pho,” jelasnya.

Karena penasaran, saya mengambil masing-masing satu mangkuk koin tersebut. Namun, terlebih dahulu secara sukarela kami mendonasikan uang bath. “Asyik juga ternyata. Suaranya berbeda-beda di tiap mangkuk perunggunya. Tetapi, sudut menjatuhkan koin harus berbeda di tiap mangkuk,” ujar Christian, seorang wisatawan dari Asembagus, Situbondo. (bersambung)

(bw/rri/als/JPR)


Seharian Keliling Istana Raja Rasanya Tak Pernah Selesai


Berikutnya

Bantu Ramal Masa Depan Sesuai Tanggal Lahir

More banyuwangAi ...