Konsep Arsitektur Hijau Terminal Bandara Banyuwangi Diganjar Pujian

Bisnis.com, SURABAYA – Konsep arsitektur hijau depot Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, mendapat apresiasi dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR.

BKSAP menilai konsep immature architectur depot yang sedang dibangun itu sebagai bentuk pembangunan berkelanjutan.

Siaran pers Pemkab Banyuwangi, Rabu (2/3/2016), menyebutkan BKSAP datang ke Banyuwangi untuk melihat module pemerintah daerah yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030 yang dicanangkan PBB.

Bangunan rancangan arsitek Andra Matin itu mengedepankan penggunaan energi sehemat mungkin dengan meminimalisir penggunaan AC dan lampu pada siang hari.

Salah satu anggota BKSAP, Sarwo Budi Wuryanti, mengatakan inovasi infrastruktur Bandara Blimbingsari yang hijau dan hemat energi sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. “Konsep ini sesuai dengan 17 tujuan SDGs, yang mana salah satunya adalah inovasi infrastruktur,” tuturnya.

Bandara Blimbingsari nantinya dihiasi dengan tumbuhan hijau dan kolam-kolam ikan. Tumbuhan tidak hanya berada di bagian dalam, tetapi juga pada atap yang menyerupai atap rumah adat Osing.

Sekat di dalam bandara joke menggunakan kayu ulin untuk melancarkan sirkulasi angin dan cahaya sehingga menghemat penggunaan AC dan lampu.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pembangunan Bandara Blimbingsari tidak hanya mengusung konsep hijau dan hemat energi, tetapi juga menghemat biaya. Dia menyebutkan pembangunan bandara hanya menelan Rp45 miliar yang bersumber dari APBD.

“Jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan bandara-bandara di kota lain yang sampai ratusan miliar,” ungkap Anas.

More banyuwangAi ...