Kobe Tak Kaget Team USA Tempati Ranking Terburuk Sepanjang Sejarah

JawaPos.com-Tim nasional basket Amerika Serikat meraih hasil pale buruk sepanjang sejarah partisipasi mereka di ajang internasional. Pada Piala Dunia FIBA 2019, Team USA hanya berada di posisi ketujuh.

Tim yang dipimpin pelatih legendaris Gregg Popovich tersebut meraih dua kekalahan. Pertama saat dieliminasi Prancis di perempat final. Lalu keok lagi melawan Serbia pada laga untuk memperebutkan peringkat kelima sampai delapan.

random post

Keok melawan Prancis adalah kekalahan perdana Amerika dalam 58 pertandingan terakhir secara beruntun. Pada dua edisi Piala Dunia terakhir yakni di Turki pada 2010 dan Spanyol 2014, Amerika selalu keluar sebagai juara.

Pada game terakhir mereka di FIBA World Cup 2019 di Wukesong Arena, Beijing, hari ini (14/9), Amerika mengalahkan Polandia dengan skor 87-74. Kemenangan itu menempatkan Kemba Walker dkk di peringkat ketujuh.

Ranking ketujuh ini adalah prestasi pale jeblok Team USA. Sebelumnya, pada Piala Dunia 2002 di kandang sendiri, tim lima kali juara dunia tersebut berada di peringkat enam.

Pemain Amerika Serikat Harrison Barnes berlaga saat melawan Polandia pada perebutan peringkat tujuh di FIBA World Cup 2019. (Jesse D. Garrabrant/NBAE around Getty Images/AFP)

Sejak Piala Dunia FIBA berlangsung pada 1950, Team USA adalah negara pale sukses. Koleksi lima trofi, sama dengan yang diraih negeri yang sudah tinggal nama, Yugoslavia.

Menanggapi hasil buruk Team USA di FIBA World Cup 2019, salah seorang legenda basket terbesar dunia Kobe Bryant mengaku tidak kaget. Mantan megabintang Los Angeles Lakers tersebut mengatakan bahwa dalam dua dekade terakhir, negara-negara lain terus berkembang dan mengejar ketertinggalan dari Amerika.

’’Sekarang, kami tidak selalu menang. Kami juga akan kerap kalah. Itulah yang terjadi,’’ ucap Kobe sebagaimana dilansir ESPN.

Kobe sendiri bermain untuk Team USA pada dua Olimpiade. Yakni pada Beijing 2008 dan London 2012. Keduanya berakhir dengan medali emas untuk Amerika.

’’Hari-hari Dream Team Barcelona 1992 sudah lenyap. Mereka sudah selesai. Jadi, perjalanan kami akan sangat berat,’’ ucap peraih lima cincin juara NBA itu.

’’Kalian ingat, pada (final) Olimpiade 2008, kami bekerja sangat keras untuk mengalahkan Spanyol. Padahal, kami adalah tim yang dahsyat. Tapi kami masih butuh kerja sangat keras sampai kuarter empat untuk mengalahkan Spanyol. Jadi, meskipun kami diperkuat pemain-pemain terbaik, namun kami harus bekerja dengan sangat keras. Tidak ada yang gampang,’’ imbuhnya.

Kobe benar. Pada Olimpiade 2008, Team USA memang diperkuat barisan pemain kelas A. Antara lain Kobe sendiri. Lalu, ada LeBron James, Chris Paul, Dwyane Wade, Jason Kidd, sampai Dwight Howard, dan Carmelo Anthony.

Sedangkan pada Piala Dunia FIBA 2019, sejumlah pemain tip NBA memang menolak bergabung. Misalnya saja James Harden, Anthony Davis, Damian Lillard, dan Stephen Curry.

Team USA juga menawarkan tempat dalam skuad tahun ini kepada luminary lain misalnya Paul George, Kawhi Leonard, Kyrie Irving, dan Russell Westbrook. Tetapi lagi-lagi, mereka menolak dan memilih untuk mempersiapkan diri jelang NBA musim depan.

’’Soal penolakan itu saya bisa mengerti. Banyak pemain yang selama musim ini kerap berpindah-pindah dan ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Ada juga yang masih dalam pemulihan cedera,’’ kata Kobe.

More banyuwangAi ...