Kisah Annisa, Desainer Langganan Best Costume dari Banyuwangi


Kisah Annisa, Desainer Langganan Best Costume dari BanyuwangiAnnisa dan salah satu kostum rancangannya. (Foto: Istimewa)



Banyuwangi
Bertahun-tahun kuliah desain otomatif, Annisa Febby akhirnya banting setir menjadi desainer kostum setelah ambil bagian dalam Banyuwangi Ethno Carnival.

“Salah satu bulletin B-Fest (Banyuwangi Festival) yang pasti saya ada di situ, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Di situ saya bikin kostum, mengenal dunia fair dari BEC, kenal banyak orang, mengerti cara bikin eventuality besar, BEC juga bisa mendorong ekonomi masyarakat. Itu awal mula saya berkiprah di bidang desainer,” kisahnya kepada detikcom, Senin (29/10/2018).

Alumni Desain Produk Industri ITS di tahun 2012 ini mengaku ‘kecemplung’ di dunia desain kostum sejak tahun 2016. Saat itu ia diminta untuk membuatkan kostum bagi Putri Indonesia Jatim.

 

“Awalnya Puteri Indonesia Jatim 2016. Tim PI Jatim pengen angkat Gandrung. Mereka direkomendasikan oleh Bupati Anas dan Disbudpar untuk membuat kostumnya pada kami,” paparnya.

Tak disangka, kostum bikinan Annisa disukai banyak orang. “Selanjutnya, dari mulut ke mulut banyak pageants yang bekerjasama,” imbuhnya.

Deretan kostum yang pernah dibuat oleh Annisa di antaranya untuk Windy Yolanda dalam ajang Supermodel Internasional 2016 dengan kostum bertajuk ‘Sunar Udara Barong Banyuwangi’.

Ada pula kostum untuk Cordella Fidelia yang tampil dalam ajang World Miss University 2017. Saat itu Annisa membuatkannya kostum bertajuk ‘Janger Blambangan’. Selanjutnya kostum milik Ratu Vashti Annisa dalam Miss Earth 2018 dengan tema ‘Ratu Candra Darani’, dan National Costume milik wakil dari Indonesia dalam ajang Miss International 2017, Kevin Liliana, dengan tema Mbok Jamu and The Ancient Secret Potion. Kesemua kostum ini menyabet penghargaan sebagai ‘Best Costume’.

Tahun 2017 bisa jadi tahun yang sangat sibuk bagi dara berusia 28 tahun itu. Ia dipercaya untuk membuat kostum nasional Indonesia untuk sejumlah ajang kompetisi di tingkat internasional. Tidak hanya satu, tapi empat kostum nasional sekaligus.

Di antaranya Miss International 2017 di Jepang, Miss Asia Indonesia di India, World Miss University di Korea, dan World Miss University di Kamboja.

Kostum yang dikenakan Kevin Liliana bertajuk ‘Mbok Jamu and The Ancient Secret Potion’. (Foto: Istimewa)

Untuk membuat desain kostum, Febby mengaku selalu belajar mengenal karakter dari indication yang akan mengenakan kostum terlebih dahulu.

“Stalking dan kepo di medsosnya. Melihat bagaimana wajah dan karakter talent. Baru kemudian menentukan tema dan warna yang cocok untuk talent. Paling rumit itu kostum dari Fatma Ayu Puteri Indonesia Jawa Timur 2017 yang saya beri judul The Magnificient of Kencono Wungu Queen of Majapahit. Saya belajar sejarah 3-4 minggu, sementara pengerjaan 2 minggu,” paparnya.

Annisa joke mengaku sempat jatuh bangun hingga akhirnya dikenal seperti saat ini. Kegagalan yang diraihnya kemudian menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik.

“Tidak ada kata menyerah bagi generasi muda dalam mewujudkan cita-cita dan karier. Pernah gagal, jatuh bangun bangkit lagi. Kegagalan menjadi penyemangat untuk kembali ke jalur semula dan lebih baik lagi,” pesannya.

Lantas apa kesibukan Annisa saat ini? Ia sempat memaparkan satu proyek yang sedang getol dikerjakannya saat ini, yaitu mempersiapkan pameran bertajuk ‘From Banyuwangi to a World’.

“Ini ceritanya reuni di Banyuwangi. Para Puteri dan Mister yang pernah pakai kostum kami akan datang dan mengenakan kembali kostum kami. Selanjutnya juga akan ada pemberian santunan kepada seniman dan budayawan sepuh legenda Banyuwangi, pity category bersama para putri dan lomba conform uncover se-Jatim,” pungkasnya.

Rencananya acara ini akan dihelat pada bulan Nov mendatang. Sukses ya!

(lll/lll)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...