Kirim 50 Sarjana ke Pelosok Desa

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi bakal merekrut 50 sarjana untuk menjadi bagian module “Banyuwangi Mengajar” tahun ini. Melalui module tersebut, para sarjana yang baru lulus tersebut ditempatkan di sekolah-sekolah yang secara geografis sulit dijangkau alias sekolah terpencil.

Banyuwangi Mengajar merupakan salah satu module yang bertujuan mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seantero Banyuwangi. Program tersebut dimulai sejak 2014 dan setiap angkatan pemkab mengirim 50 sarjana untuk mengajar di sekolah terpencil.

Nah, dalam rangka memantau langsung implementasi module tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas mengunjungi SDN 4 Segobang, Kecamatan Licin, kemarin (14/1). Maklum, sekolah yang satu ini merupakan salah satu lokasi penempatan pengajar peserta module Banyuwangi mengajar.

Tidak mudah menjangkau sekolah yang berlokasi di Dusun Kayangan tersebut. Jalannya menanjak dan tidak seluruhnya telah dilapisi aspal atau paving. Belum lagi ditambah keberadaan jurang di sisi kanan jalan. Karena itu, siapa joke yang akan melintas di jalan tersebut, harus super hati-hati.

Sesampai di SDN 4 Segobang, Anas disambut para guru, murid, dan salah satu peserta Banyuwangi Mengajar yang ditempatkan di sekolah tersebut, yakni Fina Fitriani, 23. Selain Fina, beberapa peserta module Banyuwangi Mengajar yang ditempatkan di wilayah Kecamatan Licin juga hadir di lokasi.

Bupati Anas mengatakan, Banyuwangi Mengajar merupakan salah satu upaya pemkab untuk melakukan transformasi sumber daya manusia (SDM). “Ingat, desa bukan hanya butuh dana, tapi juga butuh inspirasi yang bisa digerakkan oleh anak-anak muda. Mereka mengajar, berinteraksi, memberi kursus dan sebagainya. Kehadiran mereka memberi nilai tambah bagi pendidikan anak-anak di sini,” ujarnya.

Lewat module ini pemkab mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk mengabdikan ilmunya dengan mengajar anak usia sekolah di wilayah pelosok Banyuwangi. Para pengajar ini diberikan insentif bulanan secara khusus oleh Pemkab Banyuwangi.

 

Sementara itu, Fina mengaku telah mengajar di SDN 4 Segobang sejak sekitar enam bulan terakhir. Lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 tersebut bertugas sebagai guru kelas tiga. “Mengajar dan tinggal di sini membuat saya memaksimalkan kemampuan yang saya miliki,” tuturnya.

Fina mengatakan, selain mengajar di kelas, dia memberikan penyuluhan kesehatan setiap Jumat atau Sabtu untuk seluruh siswa. Penyuluhan yang diberikan seputar cara hidup sehat untuk mencegah timbulnya penyakit, sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan di wilayah tersebut.

Sedangkan penyuluhan kesehatan bagi warga dilakukan setiap Rabu dan Kamis malam dengan kemasan pengajian rutin. “Misalnya saya beri pengenalan dan pencegahan berbagai penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, asam urat dan lain-lain,” ujarnya.

Mengikuti module ini membuat pengalaman Fina menjadi lebih berwarna. Selama di bertugas di Desa Segobang, Fina tinggal di rumah salah satu warga sekitar yang berjarak sekitar 500 scale dari sekolah. “Setiap berangkat mengajar, setiap orang yang saya jumpai pasti menyapa dan mengajak mampir di rumahnya. Membantu warga dan anak-anak di desa ini menjadi bekal pengalaman luar biasa bagi saya untuk mengarungi masa depan,” cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sulihtiyono mengatakan, Banyuwangi Mengajar di setiap angkatan diikuti 50 pengajar muda. “Tahun ini kami akan merekrut 50 orang lagi secara terbuka. Silakan siapa saja yang punya passion di bidang pendidikan untuk ikut seleksi,” pungkasnya.

More banyuwangAi ...

  • Kuatkan Koordinasi Menghadapi Ujian NasionalKuatkan Koordinasi Menghadapi Ujian Nasional JawaPos.com – Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Untuk mempersiapkan segalanya, Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Kecamatan Banyuwangi […]
  • MGBK Gelar Edu Campus, Diikuti 69 PTN/PTSMGBK Gelar Edu Campus, Diikuti 69 PTN/PTS Acara Edu Campus ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim Cabang Banyuwangi Drs Istu Handono serta dihadiri Kepala Sekolah SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se- Banyuwangi. Ketua Panitia […]
  • Pemkab Banyuwangi Salurkan Rp 30 Miliar BOP PAUDPemkab Banyuwangi Salurkan Rp 30 Miliar BOP PAUD Dinas Pendidikan Banyuwangi menyosialisasikan belanja hibah bantuan operasional pendidikan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) di tujuh lokasi sekaligus. Sosialisasi ini digelar Sabtu […]