Ketika Siswa SD Melestarikan Kesenian Tradisional di Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Revaldo Rahmadani, siswa kelas lima SDN 2 Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jatim, terlihat luwes menari diiringi musik tradisional angklung gamelan yang dimainkan oleh rekan-rekannya yang sama-sama masih duduk di bangku SD.

Sesekali, dengan menggunakan bahasa daerah Using dia melontarkan lawakan dan dibalas dengan candaan dari rekannya yang menabuh kendang sambil tertawa lepas.

Revaldo, berakting menjadi badut yang bertugas untuk menghibur penonton dengan gerakan dan tarian di grup musik tradisional angklung gamelan yang dimiliki oleh SDN 2 Alasmalang. Selain itu dia juga bertugas sebagai konduktor musik, yang memimpin sebuah pertunjukan musik melalui gerak isyarat.

(Baca juga : Begini Cara Banyuwangi Pertahankan Gelar Kota Wisata Bersih)

Kepada Kompas.com, Kamis (8/2/2018), Revaldo mengaku sudah suka menari sejak masih duduk di kelas 1 SD. Menurutnya, menari tarian tradisonal adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya Banyuwangi yang ada.

“Bisa sih nari complicated tapi lebih suka menari tari tradisional soalnya menurut saya lebih gampang,” jelasnya.

(Baca juga : Begini Selera Turis yang Datang ke Banyuwangi)

 

Revaldo latihan gamelan angklung bersama rekan-rekannya minimal seminggu sekali selepas kegiatan belajar dan mengajar di halam sekolah. Tidak jarang, jika mereka latihan, warga sekitar datang untuk menonton penampilan mereka.

“Sambil latihan biar percaya diri kalau pas tampil. Awalnya sih malu tapi sekarang nggak lagi,” katanya. Bukan hanya sekadar menari, Revaldo juga mahir memainkan semua jenis alat musik di angklung gamelan.

(Baca juga : Tahun 2018, Ada 77 Festival Wisata di Banyuwangi)

Saat ini ada 68 siswa SDN 2 Alasmalang yang aktif ikut bermain musik angklung gamelan dan setiap tampil dalam satu kelompok musik terdiri dari 17 sampai 23 siswa. Selain itu, di sekolah tersebut memiliki empat set alat musik angklung gamelan yang bisa dimainkan secara bergantian.

Siswa SDN 2 Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jaawa Timur, belajar musik tradisional angklung gamelan di halaman sekolahnya, Kamis (8/2/2018).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Siswa SDN 2 Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jaawa Timur, belajar musik tradisional angklung gamelan di halaman sekolahnya, Kamis (8/2/2018).Sementara itu Winanti, Kepala Sekolah SDN 2 Alasmalang kepada Kompas.com mengatakan jika di wilayah Desa Alasmalang kesenian angklung tumbuh dengan subur dan untuk melestarikannya, pihak sekolah memfasilitasi dengan memasukkan angklung gamelan sebagai salah satu ekstra kurikuler di sekolah yang masuk wilayah desa adat Kebo-keboan tersebut.

“Banyak talenta-talenta dari anak-anak yang suka bermain musik dan kita fasilitasi dengan memanggil pelatih musik untuk mengajari mereka secara serius sejak hampir dua tahun terakhir ini,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, walaupun masih anak-anak, tidak jarang grup angklung mereka diundang untuk menghibur di kondangan seperri pernikahan atau sunatan. Mereka menampilkan musik, lagu dan tari tradisional untuk menghibur tamu undangan.

“Anak-anak sering tampil tapi dengan catatan tidak menggangu kegiatan belajar mereka dan tidak niat untuk menerima bayaran karena yang terpenting adalah mereka punya pengalaman dan melestarikan kesenian yang ada di desanya,” kata Winanti.

More banyuwangAi ...