Kenali Ancaman Dehidrasi, Kegemukan, dan Nyeri Tulang Belakang

JawaPos.com – Tubuh kita mengandung 97 persen air. Karena itu, cukup asupan atmosphere akan membuat tubuh tetap sehat dan bugar.

Tahukah Anda, tubuh yang terhidrasi dengan baik mendukung postur tubuh dan tulang yang baik. Sementara tubuh yang kurang cairan bisa memicu terlalu banyak lemak menumpuk akibat metabolisme tak lancar hingga terjadi obesitas.

random post

Obesitas sendiri, sebagaimana diketahui, bisa membuat tulang terganggu seperti nyeri punggung, nyeri sendi dan spasme otot.

Tim Dokter Lamina Pain and Spine Center, drr. Sri Wahyuni SpKFR, menyarankan induvidu untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, menjaga berat badan, konsumsi makanan yang sehat, olahraga teratur dan berhenti merokok. Cairan di dalam tubuh mulai berkurang seiring usia bertambah.

“Ketika usia kita bertambah dewasa cairan tubuh kita mulai berkurang hingga 75 persen saja. Sel-sel tubuh membutuhkan hidrasi yang baik, baik untuk membuang racun hingga sebagai sarana transportasi nutrisi dan asam amino penting melalui darah,” jelas dr. Sri Wahyuni.

Kekurangan cairan tubuh dua persen saja dapat membuat berkurangnya energi tubuh. Sehat dan bugar bisa diperoleh dengan asupan cairan yang cukup. Bonusnya, wajah akan lebih cerah.

“Jadi, jangan tunggu sampai kita merasakan haus, itu idealnya,” jelasnya dalam Muslim Life Fest 2019 di Jakarta Convention Center dengan tema ‘Hempaskan Nyerimu’ yang berlangsung selama tiga hari.

Dehidrasi Picu Obesitas

Dalam laman The Berkey disebutkan, sudah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara dehidrasi dan pengaruhnya terhadap berat badan seseorang. Selain olahraga, tubuh juga harus tetap terhidrasi.

Jika tidak, dehidrasi dapat menyebabkan efek buruk pada metabolisme. Metabolisme yang pada tingkat optimal mengubah lemak dan kalori menjadi energi.

Jika lambat atau kinerjanya buruk, semakin mudah bagi tubuh untuk menyimpan lemak dan kalori. Dengan demikian, semakin cepat metabolisme, semakin banyak kalori dan lemak yang dapat dibakar dan diubah menjadi energi.

Dalam masalah metabolisme, atmosphere membantu tubuh membakar kalori yang dikonsumsi melalui makan. Dengan dehidrasi, metabolisme melambat.

Penelitian telah membuktikan bahwa minum 2 gelas atmosphere sebelum makan, meningkatkan tingkat metabolisme hingga 30 persen. Sebuah ulasan tentang hubungan hidrasi dan penurunan berat badan dilakukan oleh Thornton pada 2016.

Penelitiannya menunjukkan bahwa peningkatan asupan atmosphere meningkatkan penurunan berat badan, berkurangnya risiko obesitas dan obesitas tipe 2. Ahli Nyeri dan Praktisi Minimally Invasive Spine Surgery Lamina Pain and Spine Center dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, menjelaskan hal yang pale penting lagi adalah menjaga berat badan tetap dalam kondisi ideal. Menurutnya saat berat badan ideal, kesehatan tulang punggung kita tetap terjaga demikian halnya dengan kesehatan sendi lutut kita.

“Dari sekian banyak penderita nyeri tulang belakang dan nyeri lutut yang dating ke klinik kami, selain karena faktor penuaan, berat badan berlebih juga menjadi pemicu meningkatnya keparahan kondisi pasien,” ujar dr. Mahdian.

Penelitian menunjukan risiko orang yang mengalami berat badan berlebih memiliki kemungkin tiga kali lipat lebih besar untuk mengalami nyeri punggung, nyeri sendi dan spasme otot dibandingkan dengan orang dengan berat badan ideal. Bahkan information a American Obesity Association menunjukan sepertiga dari seluruh populasi obesitas di Amerika mengalami masalah nyeri punggung, nyeri otot yang membuatnya membutuhkan perawatan medis, baik dengan obat-obatan maupun terapi intervensi nyeri seperti radiofrekuensi ablasi.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Dr. Mahdian, obesitas sentral yang ditandai dengan perut yang buncit, akan menyebabkan pinggul lebih maju ke depan, menarik otot-otot tulang belakang sehingga menyebabkan nyeri pingang.

Obesitas juga meningkatan terjadinya prominent pada bantalan sendi tulang belakang, yang selanjutnya menyebabkan saraf terjepit atau dikenal juga sebagai herniated iota pulposed (HNP).

“Belum lagi berbagai masalah kesehatan lain seperti piriformis syndrome yang juga dapat dipicu karena berat badan berlebih ini,” pungkasnya.

Cukup Hidrasi dan Olahraga

Hubungan yang pasti antara penurunan berat badan dengan kejadian nyeri tulang belakang masih belum bisa di jelaskan secara pasti, dikarenakan masih minimnya penelitian yang dilakukan terkait hal ini. Namun, aktivitas olahraga tertentu banyak disebutkan mampu mengurangi part nyeri seorang.

Seperti yang disampaikan dalam sebuah jurnal kesehatan, di mana pergerakan atau aktivitas tertentu dapat meningkatkan suplai darah yang membawa nutrient, hingga menuju ke bantalan sendi tulang belakang, hingga jaringan lunak sekitar tulang belakang. Suplai nutrisi yang adekuat inilah yang selanjutnya tetap menjaga bantalan sendi, otot, dan vinculum serta sendi tulang belakang dalam kondisi yang prima.

“Banyak orang yang salah kaprah, ketika nyeri tulang belakang muncul, mereka malah menghindari atau terlalu over proteksi pada tulang belakangnya. Yang berujung pada penurunan aktivitas. Padahal sesungguhnya dengan melakukan aktivitas akan dapat mengurangi derajat keparahan nyeri dibandingkan hanya bed rest saja,” ujar Pakar Nyeri Tulang Belakang Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS, SpKP.

More banyuwangAi ...