Kelompok Sandang Inflasi Tertinggi

Akibat lonjakan harga daging ayam potong itu, inflasi Banyuwangi pada Mei meroket menjadi 0,13 persen atau naik dari bulan lalu yang hanya 0,04 persen. Selain harga daging ayam potong, kenaikan harga daging ayam kampung juga memberikan andil pada kenaikan inflasi  sekitar 0,03 persen.

Kepala BPS Banyuwangi Harsono melalui Kasi Distribusi Statistik Mulyono mengungkapkan, selama bulan Mei ada sekitar 16 komoditas yang menjadi pemicu inflasi. Dari 16 komoditas itu, di antaranya adalah kenaikan harga telur ayam ras, daging ayam potong dan kampung, ikan asin, sepeda motor, cumi-cumi, besi beton, ikan tongkol, dan beberapa jenis bahan pangan lainnya.

Sedangkan yang menghambat inflasi, kata Mulyono, ada sekitar 14 komoditasnya. Di antaranya, harga cabai merah, bawang putih, cabai rawit, semen, dan beberapa komoditas lainnya. ”Laju inflasi Mei 2018 terhadap bulan lalu sebesar 0,13 persen lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 0,17 persen,” ungkap Mulyono.

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran bulan Mei, sebut Mulyono, kelompok sandang mengalami inflasi tertinggi sekitar 0,59 persen, disusul berikutnya kelompok kesehatan 0,33 persen, kelompok perumahan 0,19 persen, kelompok makanan jadi 0,16 persen, kelompok komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen. ”Kelompok pendidikan dan rekreasi serta olahraga terjadi deflasi masing-masing 0,05 persen dan 0,03 persen,” katanya.

Selain memberikan inflasi tertinggi, lanjut Mulyono, kelompok sandang juga memberikan andil positif tertinggi dibanding kelompok lainnya sekitar 0,049 persen. Kenapa daging ayam ras masih menjadi penyebab utama inflasi? Mulyono menyebutkan hal tersebut akibat penurunan produksi daging ayam ras.

Menurunnya produksi itu, sebagai dampak larangan yang dikeluarkan pemerintah pada peternak dalam mengelola pakan yang dicampur dengan antibiotik. Sehingga kualitas bibit ayam menjadi jelek dan mati karena menurunnya imunitas ayam ras terhadap penyakit. ”Untuk telur akibat permintaan yang tinggi selama bulan Ramadan yang tidak diimbangi ketersediaan barang di pasar,” katanya.

Pada bulan April, telur ayam ras berada dalam urutan enam besar penyebab inflasi. Sedangkan pada Mei, telur ayam ras bergeser menjadi urutan kedua setelah daging ayam potong sebagai pemicu utama inflasi. ”Pada April, telur ayam ras memberi andil 0,04 persen pada pergerakan inflasi. Sedangkan pada Mei meningkat jadi 0,05 persen,” sebut Mulyono. (afi)

 

(bw/mls/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Harga Daging Ayam Jadi Pendorong Utama Inflasi AprilHarga Daging Ayam Jadi Pendorong Utama Inflasi April Selain harga bahan kebutuhan pokok, harga komoditas sandang seperti emas perhiasan, pakaian, dan biaya transportasi juga bergerak naik dari bulan sebelumnya. ”Kenaikan harga daging ayam […]
  • Cabai Jadi Penggerak Inflasi 2017Cabai Jadi Penggerak Inflasi 2017 BANYUWANGI- Selain daging ayam ras, komoditas beras, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih memberikan andil cukup besar terhadap laju pergerakan inflasi sepanjang tahun […]
  • Harga Daging Ayam Naik Tipis, Telur Malah TurunHarga Daging Ayam Naik Tipis, Telur Malah Turun JawaPos.com – Harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Banyuwangi cenderung stabil beberapa hari terakhir. Meski demikian, pergeseran harga terjadi pada beberapa jenis komoditas, seperti […]