Kasasi Dimas Kanjeng Sang Dukun Pengganda Uang Ditolak MA

JawaPos.com – Dimas Kanjeng, dukun sang pengganda uang kembali menjadi sorotan. Mahkamah Agung (MA) menolak kasasinya. Alhasil dia tetap menjalani hukuman selama 18 tahun penjara.

Selain dari pihak Dimas Kanjeng, kasasi atas vonis kasus pembunuhan Abdul Ghani itu juga diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Putusan MA tersebut menguatkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Krakasan dan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang menjatuhkan vonis untuk dukun pengganda uang tersebut selama 18 tahun.

“Benar sudah diputus, menolak terdakwa dan JPU,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Putusan kasasi terhadap Dimas Kanjeng termuat dalam informasi perkata yang telah diunggah di situs MA. Dalam situs tersebut tertulis amar putusan untuk perkara nomor 104 K/PID/2018, tolak.

Dalam perkara ini kasasi tersebut diajukan oleh JPU dan terdakwa pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bin Mustain pada 6 Februari 2018. Putusan dikeluarkan pada 21 Februari 2018. Namun proses keseluruhan hingga putusan belum diunggah seluruhnya ke situs MA.

Tiga majelis Hakim yang mengadili perkara kasasi itu, Margono, Wahidin, dan Andi Ayyub Saleh. Ketua majelis hakim perkara tersebut Andi Ayyub Saleh.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikenal publik karena kasus penggadaaan uang. Dia terjerat dua perkara, yakni pembunuhan pengikutnya Abdul Ghani dan kasus penipuan.

 

Untuk informasi, PN Kraksaan Probolinggo menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Dimas Kanjeng pada 1 Agustus 2017 dalam kasus pembunuhan. Sedangkan di kasus penipuan, Dimas Kanjeng dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh PN Kraksaan.

Jaksa dan Dimas Kanjeng sama-sama mengajukan banding atas putusan perkara pembunuhan pada 16 Oktober 2017, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya memutuskan untuk menguatkan vonis Dimas Kanjeng.

Sementara dalam kasus penipuan, Dimas Kanjeng juga mengajukan banding, dan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menambah hukuman Dimas Kanjeng menjadi tiga tahun penjara. Putusan banding kasus penipuan dikeluarkan pada 29 Januari 2018.

(rdw/JPC)

More banyuwangAi ...

  • Saatnya Berburu Poin di Kandang SendiriSaatnya Berburu Poin di Kandang Sendiri JawaPos.com – Banyuwangi Putra (BP) wajib meraih poin maksimal di laga lanjutan Liga 3 Zona Jatim sore ini. Pasukan Seger Sutrisno ini harus menyapu bersih tiga poin saat menjamu […]
  • Seleksi Pemain PSSS, Dua Hari Seleksi Coret 50 PemainSeleksi Pemain PSSS, Dua Hari Seleksi Coret 50 Pemain Manager PSSS, Totok Eko Bahari mengatakan, setiap hari, pelatih mencoret 25 orang. Pada hari pertama, ada 50 pemain yang ikut seleksi. Kemudian pada hari kedua bertambah 20 lebih pemain […]
  • Hujan Deras, Drum Band Etnik DitundaHujan Deras, Drum Band Etnik Ditunda JawaPos.com – Festival Drum Band Etnik yang digelar Pemkab Banyuwangi sempat mengundang decak kagum penonton siang kemarin (24/2). Lima grup tampil memikat dengan memadukan alat-alat […]