Kartini Pariwisata Indonesia dari Banyuwangi

INILAHCOM, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber daya Dr. Rizal Ramli menginginkan industri perhotelan dapat menyerap produk-produk pertanian lokal, sehingga ikut memacu sektor pertanian dan menumbuhkan perekonomian lokal.

Menko Rizal mengingatkan agar industri perhotelan jangan berkembang seperti di provinsi Bali yang tumbuh pesat, tetapi sedikit menyerap hasil-hasil pertanian lokal. Sektor perhotelan Bali lebih banyak menyerap produk-produk pertanian dari luar Bali, terutama Jawa.

Paradigma Menko Rizal tersebut telah diimplementasikan oleh Hajjah Endang Mariana, 63 tahun, pada pengelolaan Margo Utomo Agro Resort dan Margo Utomo Hill View Resort di Kalibaru, Banyuwangi, sejak sekitar lebih dari 20 tahun lalu. Margo Utomo Agro Resort menyediakan 31 kamar hotel, dan Margo Utomo Hill View terdapat 51 kamar hotel.Kedua hotel tersebut terintegrasi dengan pertanian dan peternakan sapi.

Thibaut capelle dan Emmanuelle Prevost pasangan muda dari Paris, sempat mereguk segarnya udara di sekitar Margo Utomo Agro Resort sembari bersepeda di kebun mini milik Margo Utomo di belakang hotel. “Oo ini pohon pohon penghasil rempah-rempah yang dicari orang Eropa ke Indonesia ,” ucapnya dua wisatawan Prancis ini terkagum-kagum.

Di Margo Utomo Agro Resort yang terletak di belakang stasiun kereta api Kalibaru (dengan ketinggian 428 scale di atas permukaan laut), ibu hajjah ini mengembangkan hotel yang terintegrasi dengan peternakan sapi perah dan perkebunan mini seluas sembilan hekatare yang ditanami kopi, kakao, vanili, cengkih,pala dan lada serta 164 pohon kelapa.

H. Endang Mariana adalah puteri almarhum R Mohammad Moesstadjab yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) 13 di Semarang pada 1970-an. Di Semarang Pak Mohammad berhasil mengembangkan agro review milik pemerintah kabupaten Semarang, kemudian mengubah lahan perkebunan warisan orangtuanya seluas 16 hektare di Kalibaru, Banyuwangi pada 1979 yang dikembangkan menjadi Margo Utomo Agro Resort . Sedangkan Margo Utomo Hill View dibangun pada 1994, tutur H. Endang Mariana ketika ditemui INILAHCOM di Kalibaru, banyuwangi, Sabtu pekan lalu (23/4/2016).

Di sebelah timur hotel (Margo Utomo Asgro Resort ) ada jajaran kandang untuk 150 ekor sapi yang mampu memproduksi 600 liter susu setiap hari. Hajjah Endang Mariana mempelajari peternakan sapi perah moderen dari pakar susu Italia bernama Guido Baretta serta pelatihan teknis di Cikole, Lembang, Jawa Barat.

 

Susu produksi Margo Utomo dipasarkan dalam bentuk susu segar dan susu pasteurisasi. Susu segar dijual di Banyuwangi, Jember dan Denpasar. Sedangkan susu pasteurisasi dengan rasa strawberi dan coklat yang dikemas dalam paket hemat seharga Rp1000/bungkus dipasarkan khusus untuk anak-anak sekolah di Banyuwangi.

Selain susu, di Margo Utomo Agro Resort juga terdapat pengolahan susu menjadi produk keju mozzarella sebanyak 200 kilogram per bulan, yang dipasarkan ke Denpasar, Surabaya dan Balikpapan. Hajjah Endang Mariana belajar memproduksi keju mozzarella dari seorang relawan asal Australia, berkat bantuan temannya di Bali yang bernama Dewa Adi Kahrisma.

Di Margo Utomo Hill View yang terletak sekitar 3 km arah timur Margo Agro Resort, Hajjah Endang Mariana mendirikan pabrik pupuk organik sejak 8 tahun lalu. Pabrik pupuk organik tesebut memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku utama pupuk organik yang dibutuhkan pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bagi pelestarian dan pemulihan lahan pertanian di Indonesia.

Kini ibu hajjah yang bersuamikan pensiunan bankir Bank Ekspor -Impor (Bank Eks-im) tersebut memperluas pabrik pupuk organiknya berkat kerja sama dengan Petroganik, section bisnis strategis (SBU) milik PT Petrokimia Gresik.

Pengintegrasian hotel dan pertanian (agrowisata) yang dikomandani hajjah Endang Mariana ini berhasil menyediakan 125 lapangan kerja, terutama untuk warga Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Karena itu berbagai upayanya tersebut ia layak disemati predikat “Kartini Pariwisata Indonesia” dari Banyuwangi. Semua upaya pengintegrasiaan industri pariwisata dan pertanian yang dilakukan Hajjah Endang Mariana ini dapat menjadi indication pengembangan agrowisata Indonesia.

More banyuwangAi ...